KUNJUNGAN INSPIRASI TIMOR UNTUK BERBAGI (VISIT TIMOR TO INSPIRE AND TO SHARE)


Kalangan profesional untuk ikut berkontribusi bagi pendidikan terus bergerak semakin besar. Tahun ini, inisiatif Kelas Inspirasi mulai bergerak melalui para relawan dari berbagai profesi untuk cuti sehari dan menginspirasi siswa – siswi beserta masyarakat di desa terpencil di Nusa Tenggara Timur.  Mengajar adalah sebuah gerakan. Sebuah usaha untuk mengajak semua pihak untuk ambil bagian menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia. Cita-citanya adalah terlibatnya seluruh lapisan masyarakat yang telah mampu dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai janji kemerdekaan. Bangsa yang dipenuhi oleh pemimpin berbagai bidang dengan kompetensi global diharapkan membantu pemerintah untuk memberikan waktu untuk berbagi kepada yang belum mampu agar bangsa terbebas dari belenggu kebodohan. Terima kasih kepada sukarelawan KITONG Fatuleu Barat. Ternyata banyak sekali orang-orang yang bersedia untuk menyempatkan diri memberi inspirasi bagi anak-anak sekolah di Fatuleu Barat. Relawan, yang terdiri dari relawan pengajar profesi, Relawan Fotografer, Relawan Pengajar Kreatif , Pengajar Pertanian, relawan pengajar beasiswa dan Relawan Videografer.

Professionals action to contribute on education continues to run even greater. This year, the initiative Class Inspiration begins to run through the volunteers of various professions to take a day off and inspire students  and their communities in a remote village in East Nusa Tenggara. Teaching is an action. An efforts to encourage all parties to take part on resolving the problem of education in Indonesia. The goal is the involvement of the whole society with their ability to involve on educating the nation as a promise of independence. Nation filled by leaders of various fields with global competencies are expected to help the government to give time to share to everyone that has not been able to reach freedom from the shackles of ignorance. Thanks to the volunteers KITONG West Fatuleu. Apparently a lot of people who are willing to make themselves available to inspire school children in West Fatuleu. Volunteers, which consists of volunteers on profession teaching, Photography, Volunteer on Creative Teachers, Lecturer on Agriculture, faculty fellowships and volunteer on videography.

PERJALANAN PANJANG BERKALI – KALI MENYEBRANGI KALI

LONG JOURNEY TO THE END CROSING A LOT OF RIVER

Program Fatuleu Barat2

Perjalanan darat menempuh jarak yang cukup jauh sehingga para Relawan mampu merasakan perbedaan kualitas jalan yang ada. Namun Relawan Kitong tidak gentar akan hal ini dan semua relawan berhasil melewati hambatan – demi hambatan.

A far distance on Land traveling made volunteers were able to feel the difference in the quality of existing roads. However Volunteers of KITONG were not afraid of this and all the volunteers managed to get through the barriers for the sake of obstacles.

Program Fatuleu Barat1

Masyarakat yang tinggal di desa tidak memperoleh pendidikan yang layak seperti di kota. Hal inilah yang mendorong adanya urbanisasi besar-besaran menuju kota. Karena kurangnya sarana transportasi dari desa menuju ke kota maka banyak pula warga desa tidak mampu memperoleh pendidikan ke kota. Inilah saatnya kita bergerak memajukan dunia pendidikan di Indonesia, sebagai insan yang berintelektual tentu materi bukan suatu ukuran dalam menyampaikan ilmu yang berguna untuk pendidikan yang lebih baik ke depannya.

People living in villages are not getting a proper education such people in the city. This has encouraged the massive urbanization to the town. Due to lack of means of transport from the village to the city and then many villagers are not able to go for education in the city. It is time to move advancing the education in Indonesia, as an intelektual human being, of course material is not a measure that is useful in conveying knowledge for better education in the future.

Program Fatuleu Barat3

Jalanan yang gelap dan berdebu sunyi senyap mampu dilewati dengan semangat untuk mencapai sebuah tujuan yang mulia. Fatuleu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kecamatan Fatuleu memiliki 1 kelurahan dan 10 desa.

The streets were dark and dusty desolate but able to pass by the passion to achieve a noble goal. Fatuleu is a district in Kupang, East of Nusa Tenggara, Indonesia. Subdistrict Fatuleu has one district and 10 village.

Program Fatuleu Barat4

Hampir semua jalan dalam kondisi rusak parah. Dan jalan inilah yang setiap hari dilalui oleh warga baik antar desa atau menuju ke kota. Dan sudah pasti anak – anak berjalan kaki melewati jalan ini untuk menuju ke sekolah mereka.

Almost all roads in a badly damaged condition. And this is the only road that each day passed by both among rural residents or heading into town. And certainly the child walk this road to go to their school.

Program Fatuleu Barat5

Oleh sebab itu para Relawan menyebutnya ” Berkali – kali menyebrangi Kali kering untuk mencapai lokasi”. Para relawan sudah merasakan bagaimana rasanya berjalan kaki menyusuri jalan itu.

Therefore, the volunteers may call so many time were crossing the dry river to reach the location“. The volunteers experienced and tasted on walking down that road.

Program Fatuleu Barat22

Namun Aparat dan warga desa menyambut dengan gembira program ini. Beberapa moda transportasi desa menghentikan kegiatannya demi membantu para relawan yang melakukan aktifitas di berbagai sekolah yang ada. Sepeda motor relawan dan warga juga dikerahkan untuk kelancaran program ini.

However, officials of the village and villagers welcomed with joy to this program. Some local transport have stoped their activities in order to help the volunteers in carrying out activities in a variety of existing schools. Motorcycle of volunteers and citizens were also deployed for the smooth running of the program.

Program Fatuleu Barat13

Kondisi jalan akan berdebu pada saat musim kemarau dan akan berlumpur pada saat musim hujan. Hal ini sudah pasti menjadi sebuah penghambat dalam proses pendidikan di daerah ini. Mungkin berjalan kaki akan menjadi lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kendaraan yang menyebabkan debu beterbangan. Namun dapat dibayangkan berapa lama dibutuhkan waktu untuk berjalan kaki. Namun pemerintah melalui Dinas PU Kabupaten Kupang juga sudah berkoordinasi dengan pihaknya agar bisa membantu membuka isolasi wilayah khususnya memperbaiki  ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Fatuleu Barat- Amfoang Barat  –  Amfoang Barat Daya – Amfoang Barat Laut. Semoga program ini cepat terealisasi.

Road conditions will be dusty during the dry season and will be muddy during the rainy season. This has certainly become an obstacle in the process of education in this area. Maybe walking will be better than the use of the vehicle that caused the dust to rise. But we can imagine how long it takes to walk. But the government through the Department of Public Works of Kupang district also has coordinated with their division part in order to help in opening up the isolated areas in particular by improving the road quality that connects the District of West Fatuleu West Amfoang Southwestern Amfoang and Northwestern Amfoang. Hopefully, this program quickly realized.

Program Fatuleu Barat37

Nah, kalau jadi Relawan selain kita dikenal,  kita juga bisa ketemu orang-orang hebat dari berbagai kalangan dan pengalaman yang luar biasa. Seperti misalnya, dari kalangan pendidikan kita bisa bertemu dengan orang – orang yang handal dibidangnya, serta Mahasiswa yang memiliki beraneka ragam keahlian. Dari orang – orang hebat yang peduli akan pendidikan di Indonesia, sesama Relawan akan belajar mengenai banyak hal, termasuk cara yang tepat untuk melewati medan yang berat. Terima kasih kepada penyedia moda transportasi darat yaitu dari pihak militer dan warga serta aparat desa.

Well, the advantages to be a volunteer besides of known by, then we can also meet great people from all walks of life and an amazing experience. Such for example, from the education part we can meet with skilled people in their fields, as well as students who have diverse expertise. Great people who care about education in Indonesia, a fellow Volunteers will learn about many things, including the proper way to pass through the rugged terrain. Thanks to the provider of land transport modes, the Indonesian military and residents and village officials.

 

KEADAAN SEKITAR

surroundings
Program Fatuleu Barat10

Hampir disetiap jengkal tanah terdapat pagar kayu (bukan pagar hidup/ tanaman) sebagai pelindung pekarangan warga dari serangan ternak peliharaan. Sebab di pekarangan warga terdapat tanaman produktif yang diharapkan mampu menyokong kehidupan warga. Oleh sebab itu perlu disosialisasi kepada warga agar menanam tanaman disepanjang pagar yang mana mampu menghasilkan daun untuk pakan ternak sehingga menghasilkan ternak yang unggul.

Almost every inch of ground there is a wooden fence (not the live fence  / plant) as a yard shield from domesticated cattle attack. Because in the yard, there are productive plant that is expected to sustain the life of the citizens. Therefore it is necessary to socialize to people to grow plants along the fence which is able to produce leaves for animal feed so as to produce a superior cattle.

Program Fatuleu Barat6

“Kami di sini harus hemat-hemat air, karena untuk mendapatkan air bersih kami harus berjalan menggunakan gerobak yang berisikan jerigen di beberapa bak penampungan,” kata salah seorang warga tempat kami para relawan menginap.

We here have to conserve water usage, because to get the clean water we had to walk using a cart containing jerry cans to take water from some available tanks,” said one resident where our volunteers stay.

Program Fatuleu Barat7

Instalasi pipa air dari sumber mata air telah dipasang dan hanya mampu mengalir sampai kepada bak penampungan di beberapa titik di desa ini pada saat musim kemarau. Oleh sebab itu beberapa desa hanya memiliki potensi perkebunan tadah hujan yang artinya menghasilkan pada saat musim hujan datang. Hasil dari perkebunan itu kebanyakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja. Oleh sebab itu banyak anak – anak tersendat – sendat dalam mengikuti pendidikan dasar.

Installation of water pipes from the water source has been installed and it is only able to flow to the tank at some point in this village during the dry season. Therefore some villages only have the potential of rain-fed plantations which means plantations will grow and produce during the rainy season comes. Results of the plantation was mostly just enough to meet the needs of the family. Therefore, many children faltered in basic education.

Program Fatuleu Barat8

Warga sepertinya sudah terbiasa akan hal ini. Pagi hari tampak ramai barisan gerobak pengangkut air. Penghematan dilakukan tak hanya saat mandi dan mencuci, tapi juga saat memasak. Namun dibeberapa tempat air bukan merupakan sebuah kendala yang berarti karena beberapa daerah terdapat sumber mata air yang cukup.

Citizens seem to have become accustomed to this. The morning seemed crowded by rows of carts of water transporting. The savings do not only during bathing and washing, but also for cooking. But in some places the water is not a significant problem as some areas there are springs sufficient.

 

Program Fatuleu Barat21

Inilah potret rumah warga tempat salah satu Relawan menginap dan berbaur dengan warga tersebut untuk menggali informasi lebih dalam lagi. Rumah ini bukan berarti tidak layak, namun merupakan salah satu wujud warga dalam hal melestarikan rumah adat orang timor.

This is a portrait of one of the houses where volunteers stay and mingle with the residents to dig deeper information. This house does not mean that is not feasible, but it is a manifestation of the citizens in terms of preserving the traditional house of Timor.

Program Fatuleu Barat29

Hampir rata – rata bangunan sekolah belum memadai. Namun patut disyukuri bahwa ada proses belajar mengajar telah berjalan di tempat ini.

Almost inadequate school buildings available here. But thankful that there is a learning process has been running in this place.

Program Fatuleu Barat27

Seperti inilah bangunan sekolah yang menjadi saksi bisu usaha para Relawan untuk meningkatkan motivasi belajar murid. Bangunan bukan segala – galanya. Namun semangat untuk belajar adalah faktor penentu. Namun bagaimana pada saat musim hujan?. Sudah pasti terganggu oleh atap yang bocor.

This is the school building which is becoming a silent witness to the efforts of volunteers to improve students’ learning motivation. The building is not a prime factor . But the passion on learning is the deciding factor. But what about during the rainy season ?. It certainly disturbed by the leaking roof.

 

KEINDAHAN ALAM (JEPRETAN PARA FOTOGRAFER KITONG)

NATURAL BEAUTY (THE PHOTOGRAPHER KITONG shots)

Program Fatuleu Barat11Panorama indah dari atas bukit.(Beautiful panorama from the top of the hill.)

Program Fatuleu Barat15Potensi Laut yang memukau. (Potential sea views.)

Program Fatuleu Barat19Himpunan karang yang memukau untuk melepas lelah.(The set of dazzling coral to unwind.)

Program Fatuleu Barat25Water scape menyejukan mata.(The soothing eye water scape.)

Program Fatuleu Barat26Menikmati ketinggian dan menikmati kesunyian.(Enjoy height and enjoy the silence.)

Program Fatuleu Barat30Pantai yang bersahabat.(Friendly beach.)

 

Program Fatuleu Barat41Hamparan bebatuan yang indah. (Expanse of beautiful rocks.)

Program Fatuleu Barat42Sunset yang sempurna .(Perfect Sunset.)

Program Fatuleu Barat43Pantai bersih tanpa polusi. (The clean beach with no pollution)

 

DOKUMENTASI KEGIATAN

Dalam kegiatan “KITONG Fatuleu Barat” juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kupang. Bahkan, Bapak Bupati kupang beserta para pejabat yang berhubungan dengan pembangunan di Kabupaten Kupang turut hadir dan menjadi relawan pengajar serta melakukan tatap muka serta tanya jawab langsung dengan masyarakat setempat.

DOCUMENTATION OF THE EVENTS

In the “KITONG West Fatuleu” program also supported by the Government of Kupang district. In fact, the Regent of kupangDistrict along with his officials related to the development in Kupang district were present and joined to be teacher voulenteers and conducted face-to-face as well as a question and answer directly to the local communities.

Program Fatuleu Barat20

Bagi Relawan Pengajar, mereka melakukan beragam aktifitas yang sifatnya menginspirasi  seperti berbagi cerita  tentang profesi relawan masing – masing seperti misalnya tentang hobby mesin, pertanian, photografi, menyanyi, melukis dan lain sebagainya. Menunjukan kepada masyarakat bahwa profesi bukan saja sebagai pegawai negeri, dokter atau polisi yang kebanyakan mereka kenal. Sebagai contoh relawan pengajar berprofesi sebagai Guru, namun suka dengan kegiatan fotografi, maka relawan ini mengajarkan tentang profesi sebagai fotografer. Atau Relawan pengajar adalah mahasiswa, tetapi memiliki hobi membuat kue, maka Relawan tersebut mengajar tentang hobby membuat kue itu.

For Teachers Volunteers, they performed a variety of activities that  inspired such  sharing stories about the profession of each volunteers for example about a hobby such as machinery, agriculture, photography, singing, painting and so forth. Demonstrated to the public that the profession not only as civil servants, doctors or police that most of them are familiar. As an example for those who are having the teaching profession, but hobby with photography, then  volunteer shared about the profession as a photographer. Volunteers are a student or a teacher, but has a hobby of making a cake, then the Volunteers shared about the hobby of making the cake.

Program Fatuleu Barat28

Pemutaran film tentang Perjalanan Pemain Bola Indonesia melalui sebuah laptop diharapkan mampu menginspirasi anak – anak yang hampir dalam kesehariannya jarang dan bahkan tidak pernah menonton. Ada beberapa anak – anak yang mungkin dapat menonton jika diajak pergi ke kota mengunjungi sanak keluarga yang bekerja di kota.

The screenings of the Indonesian Football Player journey through a laptop was expected to inspire children  who are almost on their daily basis rarely and never even watch television. There are some children  who might be able to watch if invited to go to town to visit relatives who work in the city.

Program Fatuleu Barat16

Sungguh menyenangkan sehingga para Relawan lupa akan panasnya daerah ini. Keceriaan ini mudah – mudahan mampu menginspirasi anak – anak untuk tetap ke sekolah. Mengingat sekolah yang mereka kunjungi cukup jauh jaraknya dari rumah masing – masing dan harus ditempuh dengan berjalan kaki.

It was so nice that the volunteers obliviously ignore to the heat of this area. This Cheerfulness hopefully able to inspire children to remain to go school everyday. Considering the school as a place to learn basic knowledge is quite far away from home  and must be reached by foot.

Program Fatuleu Barat24

Intinya, Para Relawan ingin agar anak-anak di sekolah mendapatkan sebanyak mungkin inspirasi pilihan tentang profesi yang mereka bisa cita-citakan, agar mereka berani bermimpi dan bercita-cita, sesuai dengan yang mereka inginkan. Jadi, alat-alat bantu kreatif untuk mendukung sangat membantu kelancaran kegiatan ini.

In essence, Volunteers wanted all children get as much inspiration on choice of profession that they can aspire, so they dare to dream and aspire, according to what they want. So, these creative tools were very helpful to support the smooth running of this activity.

Program Fatuleu Barat32

Kami para relawan salut melihat murid – murid mampu menulis serta membaca dengan baik. Namun sudah pasti anak – anak di desa secara emosional adalah anak – anak pemalu seperti misalnya jika disuruh bercerita didepan kelas maka dijumpai banyak anak yang gugup.

We volunteers were salute to see the students  are able to write and read well. But it is definitely a down town child emotionally are a shy child when asked to tell in front of the class then found many children were nervous.

Program Fatuleu Barat33

Dalam kegiatan ini diharapkan anak – anak desa kedepannya akan memiliki kualitas secara emosional atau disebut dengan emotional quotation yang sama tinggi dengan kualitas Intelektualnya. Diskusi dengan para guru lebih banyak membahas akan hal ini.

In this activity, the expectation is to make every child will have a well emotional quality in the future or High Emotional quotation the same high with their Intellectual quality. Discussions with teachers more discussing on this matter.

Program Fatuleu Barat34

Kegiatan juga diisi dengan bertatap muka dan berbagi pengalaman kepada para guru yang telah berjasa selama ini dan dengan sabar melakukan aktifitas mengajar di Fatuleu Barat dengan kondisi sarana dan prasarana yang masih minim. Jangankan kondisi sekolah, kondisi tempat tinggal mereka juga masih tergolong sangat minim.

Activity was also filled with face to face and share experiences to teachers who had been working very hard and patiently conducting on teaching activity in the West of Fatuleu with the very minimum condition of facilities and infrastructure. Never mind to the condition of the school building, their living conditions are also relatively very low.

Program Fatuleu Barat18

Bahkan ada anak – anak yang tiba – tiba putus sekolah dikarenakan oleh faktor keuangan keluarga yang memaksa anak – anak untuk membantu orang tua bekerja mencari uang dibandingkan pergi kesekolah yang mungkin dipandang belum berguna untuk hidup mereka.

There were even a children  who dropouts due to family financial factors that compel children to help their parents to work and making money for live better than go to school that may be considered not useful for their lives.

Program Fatuleu Barat14

Oleh sebab itu, kegiatan mengkampanyekan sekolah untuk masa depan sangat penting dilakukan oleh para relawan. Kampanye ini ditujukan kepada seluruh masyarakat agar belajar adalah suatu hal yang diprioritaskan atau di nomor satukan. Anak – anak adalah generasi penerus bangsa.

Therefore, education for future campaign activities is very important to conduct by volunteers. The campaign is addressed to the entire community that learning is a matter of priority or  number one must be conducted. Children are the nation next generation.

Program Fatuleu Barat12

Seperti dalam syair lagu Iwan Fals yang menyebutkan bahwa “Desa harus menjadi kekuatan ekonomi”. Tanpa menunggu program pemerintah, hal ini sangatlah mungkin terjadi jika banyak Relawan yang turun melakukan kegiatan – kegiatan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa.

As in Iwan Fals song lyric The village should be the economic power“. Without waiting for government programs, it is likely to happen if a lot of volunteers who perform activities that improve the quality of down town human resources.

Program Fatuleu Barat40

Yang nantinya sumber daya manusia yang ada di desa di seluruh pelosok tanah air mampu menggarap daerahnya sehingga memberikan penghasilan dan kontribusi kepada negara tanpa harus meninggalkan desanya. Oleh sebab itu harus ditingkatkan komunikasi tentang kemajuan teknologi secara berkesinambungan ke desa – desa. Di dalam kehidupan pasti ada suatu masalah kehidupan yang harus di hadapi. Begitu juga dengan masalah pendidikan di negeri ini. Pendidikan yang masih belum merata di seluruh pelosok ini menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang berintelektual tinggi.  Bukan hanya pemerintah yang memiliki kekuasaaan untuk turut andil di dalamnya. Kita juga sebagai warga negara Indonesia turut berkewajiban untuk membangun pendidikan Indonesia untuk lebih baik lagi di masa depannya. Bagaimana caranya? Dengan menjadi relawan pendidikan!

Which eventually human resources in villages throughout the country were able to work on their region so as to provide income and contribute to the country without leaving the village. Therefore it should be improved on communication about technological advances continually into the village. In life there must be a matter of life that must be faced. The same to the problem of education in this country. Unequal Education will be our common task to make Indonesia into a state of high human resources. Not only the government has the powers to contribute in it. We also as a citizen of Indonesia also obliged to build education for a better Indonesia in the future. How to? By becoming a volunteer on education!

Program Fatuleu Barat35

Menjadi relawan seseorang harus mampu mendedikasikan kemampuannya secara ikhlas untuk pengembangan pribadi dan organisasinya untuk mencapai target yang diperjuangkan. Dalam berkontribusi, relawan harus secara sukarela menyumbangkan waktunya, yang tidak dibayar secara profesional.

To become a Volunteer,  a person must be able to dedicate his/her ability outrightly for personal development and organization to achieve the goal that championed. In contributing, volunteers must voluntarily donate his or her time, which was not paid professionaly.

Program Fatuleu Barat38

Menjadi relawan atau disebut juga dengan volunteer, merupakan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Menjadi Relawan berarti telah berpartisipasi dalam tonggak sejarah perubahan suatu bangsa. Semakin bangsa tersebut memiliki banyak relawan, maka bisa dinilai bangsa tersebut adalah bangsa yang memiliki nilai sosial yang tinggi.

Volunteering or also called volunteers, is the duty of every citizen of Indonesia. Being a volunteer means to have participated in a milestone change of a nation. The more the nation has many volunteers, it can be judged that  the nation  has a high social value.

Program Fatuleu Barat39Tingginya minat untuk menjadi sukarelawan ini menunjukan fakta bahwa ternyata solidaritas warga terutama untuk  memajukan pendidikan di Nusa Tenggara Timur mulai tumbuh. Dan untuk bisa menyempatkan diri dalam acara ini, bahkan ada yang cuti dari kerja, membiayai diri sendiri dan bersedia datang ke lokasi seperti Fatuleu Barat tentunya didasari oleh rasa peduli dan solidaritas yang tinggi. Solidaritas Ini adalah kekuatan berharga, yang perlu terus untuk dikembangkan. Membaca dan menulis adalah dasar yang kuat bagi generasi penerus bangsa. Sehingga dengan ketrampilan, pengalaman, yang telah kita bagi minimal mampu memberikan inspirasi untuk maju dan berkembang. Mari bergabung dengan kami!

The high interest on volunteer  shown that citizens solidarity, especially to promote education in East Nusa Tenggara began to grow. And in order to make themselves available for the event, there is even time off from work, support themselves and are willing to come to the site such as the West Fatuleu of course based on feelings of caring and solidarity. This solidarity is a valuable strength, which should continue to be developed. Reading and writing capability is a strong basis for the future generation. So with the skills, experience, which we have shared, at least are able to inspire for every human to progress and develope. Come join us!

 

 

Article by Ketut Rudi Utama

Photo by : Ketut Rudi, Molina and Relawan KITONG

KITONG
Head Office : Markas Geng Motor IMuT, Jl. Soverdi, No.72, Oebufu

Location : Fatuleu Barat East Nusa Tenggara

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s