Melukis Dengan Cahaya (Painting With Light)


Apa yang anda pikirkan jika berdiri diatas ketinggian dan melihat sebuah keindahan?. Menghayal sembari melepaskan pandangan tak tentu arah, hal inilah yang terjadi pada kebanyakan orang.

What do you think if standing on the heights and saw a beauty of it ?. Imagining something while releasing aimlessly view, this is what happens to most people.

melukis dengan cahaya2

Sebuah restoran yang berada di atas gedung pencakar langit sangat ramai dikunjungi oleh pelanggan yang kebanyakan adalah sepasang kekasih atau seseorang yang merindukan sebuah tempat sebagai pelarian kegundahan hati. Ternyata tempat tinggi adalah tempat yang paling nyaman dan mampu memukau hati sang kekasih. Bahkan ada yang berkata “Dunia ini serasa milik kita berdua”.

A restaurant located on the top level of the skyscraper visited by customers who mostly were lovers or someone who misses a spot as an anxiety feel escaping. Turns that a high place is the most convenient place and is able to hit the heart of the lover. Some even said “This world seemed belong to both of us“.

melukis dengan cahaya4

Namun bukan itu saja, banyak pekerja yang memiliki ruangan kerja pada sebuah gedung pencakar langit menyempatkan diri untuk minum kopi sembari melihat keindahan sebuah ketinggian. Atau bertelepon sembari melepaskan pandangan ke arah luar gedung yang luas. Seperti mampu mengembalikan  kosentrasi pikiran.

The other example, that many workers who have a work space on a skyscraper taking the time to drink coffee while seeing the beauty of a height. Or on phone conversation while releasing the view to the outside of the building which are spacious. Like being able to restore the concentration of mind .

melukis dengan cahaya

Seperti melukis dengan cahaya, pada malam hari terangnya lampu kota dan ramainya jalan raya memberikan sebuah imajinasi bagi yang melihatnya. Mata kita seperti menggerakan kuas yang sudah dicelupkan kepada perpaduan warna. Dan hati kita berdebar oleh kengerian sebuah ketinggian. Di tempat seperti inilah baru kita merasa terpisah dengan keramaian.

Like painting with light, at night then bright of lights and bustling of the city highways provide an imagination for beholder. Our eyes like moving on brush that has been dipped in the mix of colors. And our hearts pounding by the horrors of a height. This is where we feel apart with a  crowd.

melukis dengan cahaya3

Membayangkan sesuatu yang besar sesungguhnya paling tepat dilakukan ditempat yang sunyi dan memandang kesunyian itu. Ruangan lantai atas sebuah  gedung pencakar langit biasanya digunakan oleh pimpinan tertinggi sebuah perusahaan yang membutuhkan sebuah suasana untuk berpikir dan merencanakan sesuatu. Bekerja dengan otak sama susahnya dengan bekerja dengan otot. Bahkan lebih susah. Oleh sebab itu bertanggung jawab adalah hal yang sangat susah.

Imagining something big actually best to carry out at the most appropriate place such deserted and silence place. Room at the top floor of a skyscraper is usually used by the highest leadership of a company that requires an atmosphere to think and plan something. Brain working is the same difficult with working by muscles. Even more difficult. Therefore, responsible on something is a difficult thing.

melukis dengan cahaya5

 “Semua yang bisa anda bayangkan adalah sesuatu yang dapat diwujudkan”. Sebuah quota yang dibuat oleh Albert Einstein sekaligus dapat dibuktikan melalui gedung – gedung pencakar langit yang berdiri bak jamur di musim hujan. Siapa yang menyangka hal ini akan terjadi. Dua puluh tahun yang lalu, semua ini mungkin dipandang mustahil untuk dilakukan. Apakah ini menandakan bahwa film – film modern yang ada di televisi akan terwujud oleh orang – orang yang memiliki pemikiran seperti Albert?. Namun hendaknya berhati – hati berada ditempat yang tinggi pada saat menghadapi sebuah keruetan masalah dalam pikiran. Anda akan diajak untuk lari dari permasalahan dengan melompat terjun kebawah. Alias bunuh diri.

Everything you can imagine is real“. A quota made by Albert Einstein once can be proven through the building of skyscraper that stood like mushrooms in the rainy season. Who would have thought this would happen?. Twenty years ago, all of this may be seen as impossible thing to do. Does this signify that modern films shown  on television will be realized by the people who have thoughts like Albert ?. But should be careful when be in a high place and facing a lot of problem in mind. You will be invited to run away from the problems by jumping  dive down. Alias suicide.

 

 

 

 

Article by Ketut Rudi

Photo by Lelly Jeane

Location UOB Plaza Thamrin  and Sapta Pesona Building Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s