Tambak Ikan Bandeng Selowai NTT (Selowai NTT Fish Pond)


“Sebua Cerita di Tambak Kolam Selowai” (“A story Of Selowai Fish Pond “)

Hidup adalah perjuangan. Ya memang betul semboyan itu. Tatkala raga sudah tidak bernyawa lagi, maka sejak itulah perjuangan hidup itu akan berakhir. Namun untuk apa sebenarnya hidup itu diperjuangkan?. Ya saya menemukan jawabannya tatkala saya berkunjung ke sebuah Tambak Ikan Bandeng. Berikut cerita saya!

Life is a struggle. Yes it is true regarding to that slogan. When the body is no longer alive, since that is the struggle of life is going to end. But then for what exactly life is fought ?. Yes I found the answer when I visited a milk fish pond. Here’s my story!

Foto Bersama

Selanjutnya saya perkenalkan Opa Marthen dengan raut wajah yang murah senyum pemilik tambak seluas kurang lebih 30 hektar dengan alam sekitarnya yang indah, membuat saya merasa kagum akan  beliau yang meskipun telah mencapai Usia 82 Tahun namun masih tetap kuat menjalankan usaha yang boleh dibilang bukan usaha yang kecil dan berada di lokasi yang jauh dari keramaian. Jauh dari rumah sakit dan jauh dari anak – anaknya.

Furthermore, I introduce Grandpa Marthen with his smiling face as the owner of  approximately 30 acres of ponds with beautiful natural surroundings, make me feel amazed that even though he has reached his age of 82 years, but still remains strong run a business that arguably not small businesses and it’s location is far away from the city. Far away from hospitals and his children.

tambak 1

Ikan bandeng adalah komoditas utama usaha tambak ini. Opa tidak pernah memasang tembok yang tinggi disekeliling tambak dan tidak memasang petugas keamanan yang banyak karena dari sejak muda Opa telah banyak memberikan sumbangsih untuk masyarakat di Atambua dan sekitarnya sehingga Opa menjadi salah satu orang tua kampung atau istilah untuk tetua adat di sini. “Masyarakat adalah pagarnya”, kata opa dengan nada lembut.

Milk Fish is the main commodity of these ponds. Grandpa never put up high walls around the pond and never put a lot of security guards because at the young age Grandpa has many things contributed to society in Atambua and the surrounding areas so that in current time Grandpa become one of the parents of the village or the term for village elders here. Society is a fence,” said grandpa with a soft tone.

tambak 2

Anak – anak pernah mengajak beliau untuk tinggal dikota besar dengan fasilitas yang telah disediakan, namun Opa merasa tidak betah dan meminta pulang kembali untuk tinggal di Tambak ini dengan penuh kesederhanaan. Berteman dengan alam semenjak istri tercinta meninggalkan beliau untuk selama – lamanya dan semua anak – anak sudah berhasil dan berkeluarga sehingga beliau tidak memiliki beban lagi. “Kedepannya terserah anak – anak”, kata orang tua 9 anak ini. Beliau hanya bisa menunggu dan berkarya terus sembari menunjuk pohon – pohon besar yang Dia tanam bersama Almarhum Istri Tercinta.

His children ever invites him to stay together in a big city with the complete facilities provided for him, but he felt at ease and asked to return back to stay at this Pond with simplicity. Friends with nature since his beloved wife leaving him forever and all of his children are successful and having their own family so that he does not have the burden of life anymore. In the future, it’s up to the child “, said parent of nine children. He could only wait and continue to work while pointing trees – a big trees which he planted along with his beloved wife.

tambak 4

Ikan Bandeng hidup di percampuran dua air yaitu air tawar dan air asin, oleh sebab itu Opa memilih lahan yang tepat untuk merintis usaha ini. Selain strategis sesuai dengan kebutuhan, namun tempat ini juga memberikan panorama alam yang cukup indah.

Milk fish live in water that is mixing of two freshwater and saltwater, and therefore Grandpa has choose an appropriate land to pioneer this effort. In addition to the strategic fit with the needs, the place is also quite beautiful surrounded by natural scenery.

tambak 5

Opa sudah cukup lama menggeluti bidang usaha perikanan dan peternakan. Sebelumnya pernah memiliki usaha peternakan sapi dan ikan jenis lainnya selain ikan bandeng. Oleh sebab itu beliau berpesan untuk tetap menempuh jalan “pengalaman” didalam belajar. Disamping untuk mencari nafkah, dalam hal ini opa telah berhasil memanfaatkan lahan kering yang banyak dijumpai di Propinsi NTT pada umumnya. Berhasil memberikan pendapatan daerah melalui retribusi pajak, memberdayakan masyarakat sekitar dan yang paling utama adalah menyediakan ikan segar untuk meningkatkan gizi masyarakat yang mengkonsumsinya.

Grandpa is long enough to cultivate the fields of fisheries and livestock. Previously ever had a cattle business and other types of fish other than Milk fish. Therefore, he advised to stay on the path of experiences” in learning process. In addition to earn money for a living, in this case Grandpa has managed to take advantage of dry land that are often found in Province of NTT. Successfully in providing local revenue through tax levies, empowering local communities and the main thing is to provide fresh fish to improve the nutrition of the people who consume them.

tambak 6

Sebenarnya Opa tidak mengijinkan untuk melakukan aktifitas mancing di tambaknya sebab untuk mempermudah monitoring keselamatan benih ikan dan bayangkan apa yang terjadi jika banyak orang datang dengan alasan mancing namun dapat merusak tambak dengan membuang racun atau melakukan pencurian pipa – pipa air atau fasilitas lainnya. Namun jika meminta ijin, opa dengan senang hati mengijinkannya. Sebab ikan selain ikan bandeng adalah hama yang kadangkala masuk melalui sungai.

Grandpa actually doesn’t allow anyone to conduct fishing activities in ponds in order to facilitate monitoring of the safety of fish seed and imagine what would happen if a lot of people come for the reasons of  fishing  but having the probability to damage the pond by putting toxins or stealing of pipes water pipes or other facilities. But if asked for permission, Grandpa gladly allow it. For fish other than Milk fish are pests that sometimes enter through the river.

tambak 3

Kamipun akhirnya melewati hari dengan bercakap – cakap sembari memancing ikan. Obrolan kami dipenuhi dengan cerita – cerita hidup opa yang sungguh menggugah hati  dan kiat – kiat menjalankan usaha tambak ikan bandeng ini.

We also finally get through the day with a conversation while fishing. Our chat was filled with stories of life of Grandpa that truly stirred my heart and tips to run this fish farms.

tambak 7

Kegiatan budidaya ikan bandeng di tambak ini telah dimulai dalam jangka  waktu yang cukup lama, hal ini harus didukung oleh potensi sumber daya alam yang  baik dan pernah mengalami kendala kekeringan pada saat musim kemarau tiba namun dapat diselesaikan oleh Opa dengan baik. Dan hal yang penting lainnya adalah ketersediaan benih ikan bandeng (Nener) secara alami yang didapatkan sejak dulu dari daerah pesisir Singaraja Bali, tapi produksi dan produktivitas pada saat itu relatif masih rendah. “Ya inilah hasilnya sekarang”, kata Opa.

Aquaculture fish in this pond has begun in a fairly long period of time, it must be supported by the potential of well natural resources  and ever experienced problems of drought during the dry season but can be solved well by Grandpa. And the other important thing was the availability of seed of milk fish (Indonesian language is Nener) which was catch naturally since the first period of the business running and Grandpa bought from Singaraja Bali coastal areas, but production and productivity at the time was still relatively low. Yes this is the result now,” said Grandpa.

Tambak 10

Opa selanjutnya menunjukan bagaimana cara menangkap ikan bandeng dengan menggunakan jaring pukat bersama dengan karyawan ditempat ini yang semuannya berasal dari warga setempat. Wow sungguh luar biasa tanpa bantuan siapa pun Opa masih mengendarai kendaraan operasional serta memimpin semua kegiatan operasional ditempat ini. Tempat yang jauh dari keramaian.

Grandpa further was showing how to catch Milk fish using trawl nets along with the employees in this place that all were derived from local residents. Wow remarkable without the help of anyone driving an operational vehicle and lead all operations of this place. A place away from the crowds.

Tambak 11

Tambak 12

Tambak 13

tambak 14

tambak 15

Ikan Bandeng yang segar kemudian dibakar menggunakan kayu bakar alami untuk kita nikmati bersama – sama. Rasa nikmat ikan ini masih terasa sampai sekarang dan ingin mengulang kembali berkunjung ke Tambak ini untuk menikmati pemandangan yang indah dan alami di tambak ini. Dan rasa kebersamaannya.

Fresh milk fish then grilled traditionally using firewood  for us to enjoy together at that time. Delicious taste of fish is still felt now and want to repeat the visit to the ponds to enjoy the beautiful scenery and natural in the pond. And a sense of togetherness.

tambak 8

tambak 9

tambak1a

Kami selanjutnya berfoto bersama, dari sebelah kiri adalah saya sendiri, kemudian Opa Marthen Kiik Tandjung, dan crew Ariston Kupang. Sungguh pengalaman yang luar biasa dapat bertemu orang yang bersungguh – sungguh membangun daerah yang jauh dari ibu kota dan mampu berkarya meski telah mencapai umur yang boleh dikategorikan diatas usia produktif dan membuat kita yang berusia muda agar mampu bekerja keras seperti apa yang telah beliau lakukan. Pertanyaannya adalah, “Sanggupkah kita minimal melanjutkan usaha yang telah dirintis oleh orang tua kita?. Tapi sungguh ikan bandeng yang enak dan anda bisa memesannya.

Further we took a picture together, from left is me, then Grandpa Marthen Kiik Tandjung, and crew of Ariston Kupang. It was an amazing experience to meet people who made every efforts to developed the areas that far away from capital and is able to work even after reaching the normal age  which may be categorized as non productive age and motivating us teenagers to be able to work as hard as what he has done. The question is, “Can we minimally continue every effort that has been initiated by our parents ?. But really tasty Milk  fish and you can order it.

 

Article by Ketut Rudi Utama

Dedicated to Opa Marthen Kiik Tandjung The Owner of ” Tambak Kolam Selowai”  Atambua (Border To Timor Tengah Selatan)

Models : Ketut Rudi Utama, Daniel Tandjung, Hengky, Djoni Panta, Arifin Koanak, Hendrikus Beribe

Photo by : Ketut Rudi And Molina Olivia Odja

2 thoughts on “Tambak Ikan Bandeng Selowai NTT (Selowai NTT Fish Pond)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s