Menerangi Lumbung Padi Bersama SATKER LISDES NTT (Light The Island Of Granary With Working Unit LISDES NTT)


Panorama Ruteng Manggarai daerah dataran tinggi……………………………………..

Dataran tinggi (disebut juga plateau atau plato) adalah dataran yang luas terletak pada ketinggian 300-600 meter di atas permukaan laut. Dataran tinggi berada di daerah pegunungan atau dikelilingi oleh bukit-bukit sehingga udaranya sangat dingin dan segar. Dataran tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi. Dataran tinggi bisa juga terjadi oleh bekas kaldera luas, yang tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. Daerah pada dataran tinggi memiliki udara yang sejuk dengan pemandangan yang indah sehingga tempat ini layak menjadi tempat istirahat. Selain itu, dataran tinggi banyak dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan seperti teh, kopi, bunga, sayuran dan sebagainya serta sebagai tempat pariwisata dan tempat peristirahatan. Tempat seperti ini membutuhkan pembangunan di bidang sarana dan prasarana agar lebih maju kedepannya.

Manggarai Ruteng panoramic of plateau region ……………………………………..

Highlands (also called plateau ) is a vast plain situated at an altitude of 300-600 meters above sea level. Plateau in the mountainous areas or surrounded by hills so that the air is very cold and fresh. Plateau formed as a result of erosion and sedimentation. Highlands can also occur by former of wide caldera, which is buried by material from the surrounding mountain slopes. Areas on the plateau have cool air with beautiful scenery that  this place deserves to be a place of rest. In addition, the plateau are used as plantations such as tea, coffee, flowers, vegetables and so on as well as a tourism and resting place. A place like this requires a development in the field of infrastructure to be more advanced in the future.

angel bless you1

panrama manggarai 1

panrama manggarai 2

panrama manggarai 3

panrama manggarai 4

panrama manggarai 5

keindahan alam dan obyek wisatanya……………………………..

Manggarai merupakan nama salah satu kabupaten yang berada di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Pulau Flores bagian barat. Dulunya, Manggarai merupakan nama satu kabupaten saja dengan Ibu Kota-nya Ruteng. Namun, karena terlalu besar, akhirnya dibagi menjadi tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Manggarai Timur dengan Ibu Kota Borong, Manggarai (Manggarai Tengah) dengan Ibu Kota Ruteng, dan Manggarai Barat dengan Ibu Kota Labuan Bajo. Namun tetap menjadi satu kesatuan dengan sebutan Manggarai Raya. Manggarai menjadi sangat terkenal baru-baru ini, karena salah satu tempat wisata yang ada di Manggarai (Manggarai Barat), yaitu Pulau Komodo yang masuk kategori Tujuh Finalis Keajaiban Dunia’. Ya, Pulau Komodo yang merupakan habitat dari hewan Komodo merupakan salah satu tempat yang ada di Indonesia yang menjadi tempat tujuan wisatawan dunia. Namun, selain Pulau Komodo, masih ada tempat-tempat menarik lainnya yang tak kalah indahnya yang bisa dijadikan pilihan sebagai tempat wisata di Manggarai ini.

Its natural beauty and tourism objects ……………………………..

Manggarai is the name of one of the districts in East Nusa Tenggara (NTT), precisely in the western part of Flores Island. Formerly, Manggarai is just the name of the district with its capital city Ruteng. However, because it is too large, eventually divided into three districts, East Manggarai with Capital Borong, Manggarai (Central of Manggarai) with Capital Ruteng, Manggarai Barat and  Labuan Bajo for its capital. But it still into a one single unit called Manggarai Raya. Manggarai become very popular recently, as one of the tourist attractions in West Manggarai, Komodo Island is The Finalists in the category of Seven Wonders of the World ‘. Yes, Komodo Island which is the habitat of the animal Komodo is one of the places in Indonesia that became a world tourist destination. However, in addition to the island of Komodo, there are still other interesting places equally beautiful to Komodo Island which can be selected as a tourist destination in Manggarai.

di danau ranamese5

di rumah adat ruteng

di danau ranamese6

di danau ranamese7

panrama manggarai 8

ruteng mpuu

panrama manggarai 9

Sawah di Manggarai………..

Masyarakat Manggarai telah mengenal tradisi pembagian lahan sawah dan kebun dengan sebutan lingko. Keberadaan tanah dan adat di Manggarai diibaratkan seperti gula di dalam manisnya madu, tak terpisahkan.

Rice Fields of Manggarai ………..

Manggarai community has been familiar with the tradition on division of paddy fields and orchards aslingko”. The existence of indigenous land and life of comunity in Manggarai likened to sugar in sweetness of honey, inseparable(Source: Wonderful Indonesia)

sawah di Kab Manggarai 1

sawah di Kab Manggarai 2

sawah di kab Manggarai 3

sawah di Kab Manggarai 4

Warga yang ramah……………………….

Keramahan orang Manggarai terhadap orang lain bukan pertama-tama adalah tuntutan pekerjaan, melainkan karena lahir dan sudah berakar dalam budaya Manggarai itu sendiri. Solidaritas yang tinggi amat nyata dalam sikap hidup orang Manggarai selama ini. “Prinsip kebersamaan”, solidaritas dan pelayanan yang ramah yang tidak saja berasal dari janji profesi tetapi juga yang mengalir dari nilai religi-kebudayaan. Keberadaan Listrik sangat dinanti oleh warga.

Residents are friendly ……………………….

The hospitality of the Manggarai towards others is not affected by demands of the job, but being born and already rooted in Manggarai culture itselfSolidarity is very evident found in the attitude of people’s lives. The principle of togetherness“, solidarity and friendly service that is not only derived from the promise of the profession but also the flow of religiouscultural value. The existence of Electrical highly needed by the residents.

bersama masyarakat1

bersama masyarakat2

bersama masyarakat3

bersama masyarakat4

bersama masyarakat5

menonton pencak silat

Hasil Alam………………………

Sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Alam pegunungan dan kelembaban udara yang tinggi merupakan daerah potensial untuk lahan pertanian dan peternakan. Hasil perkebunan yang menonjol adalah kopi, cengkeh, vanili, cokelat, kemiri, merica dll. Dengan adanya pasar desa yaitu Pasar Rekas (hari Rabu) di Desa Kempo dan Pasar Kondas (hari selasa) di Desa Tiwu Riwung, memudahkan masyarakat untuk memasarkan hasil-hasil pertanian yang diusahakan. (Source : Wikipedia)

Natural results ………………………

Most of the residents livelihood as farmers. Natural mountains and high humidity are potential areas for agricultural land and livestock. Crop that stands out are  coffee, cloves, vanilla, chocolate, hazelnut, pepper etc. The existence of  the village market suchRekas” Market (every Wednesday) in the village of Kempo and Kondas” Market (every Tuesday) in the village of Tiwu Riwung, easier for people to market their agricultural products. (Source: Wikipedia)

kopi3

bersama masyarakat8

kopi2

bamboo

peternakan 1

peternakan 2

peternakan 3

pinang

sawah di Kab Manggarai6

Air yang melimpah di Manggarai…………………………

Perjalanan melewati beberapa sungai besar yang menunjukan bahwa air di daerah ini cukup untuk memenuhi semua kebutuhan.

Water is abundant in Manggarai …………………………

Journey through some of the major rivers which indicates that the water in this area is sufficient to meet all needs.

river of Manggarai1

river of Manggarai2

river of Manggarai4

river of Manggarai3

Kondisi Kelistrikan di Tempat ini……………………………………

Ujicoba pengoperasian listrik yang memanfaatkan sumber panas bumi Ulumbu dimulai dengan pengeboran sumur pertama di tahun 2003. Pengeboran dilanjutkan kemudian pada tahun 2006 pemboran sumur kedua dan ketiga. Sumur kedua kapasitas 2×2,5 MW sudah berhasil diujicoba menghasilkan listrik sebesar 100 kilowatt yang menerangi desa Wewo, Ponggeok, Umu dan desa Paka. Sekarang Ulumbu sudah siap. Namun beberapa daerah di kabupaten ini masih dilayani dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya tersebar di beberapa desa yang jauh dari jaringan listrik PLN.

Electrical conditions in this place ……………………………………

Trial operation of the electricity that utilize geothermal sources Ulumbu began with drilling the first wells in 2003. Drilling resumed later in 2006 for the second and third wells. The second well capacity of 2 x 2.5 MW already successfully tested produce 100 kilowatts of electricity that served the village of Wewo, Ponggeok, Umu and Paka village. For Now Ulumbu is ready. But many areas in the district is still served by scattered Solar Power  in several villages located far from the grid.

kantor sub ranting cibal

selamat tinggal PLTS1

selamat tinggal PLTS2

selamat tinggal PLTS3

selamat tinggal PLTS4

Melalui Satuan Kerja Listrik Perdesaan NTT, dalam upaya meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia maka Pembangunan Jaringan dan Gardu Distribusi di Desa Compang Cibal Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai, diawali dengan proses pengukuran dan survey bersama dilakukan. Proyek ditergetkan selesai dan siap dioperasikan dalam tahun ini.

Through the Rural Electricity Working Unit of NTT, in an effort to increase the electrification ratio in Indonesia, the Electricity Network and Distribution Substation Development  in Compang Cibal village District of Cibal Manggarai Regency, begins with the joint measurement and survey. This project is planned to complete and ready for operation within this year.

team pematokan 1

pengukuran bersama 25

Pengawas PLN 1

pengawas PLN 2

pengukuran bersama 1

pengukuran bersama 3

pengukuran bersama 5

pengukuran bersama 6

pengukuran bersama 10

pengukuran bersama 12

pengukuran bersama 13

pengukuran bersama 16

pengukuran bersama 17

pengukuran bersama 19

pengukuran bersama 20

pengukuran bersama24

pengukuran bersama 21

Akses Pelabuhan Laut terdapat di tiga lokasi yaitu  di Kecamatan Reo, Labuan Bajo atau pelabuhan Maumere. Namun yang paling dekat dengan Kecamatan Cibal yang menjadi lokasi pembangunan adalah pelabuhan Reo.

Seaport access located in three locations: in District Reo, Labuan Bajo or Maumere harbor. However, the most close to the District Cibal as the construction site is Reo port.

reo 1

reo 2

reo 5

reo 7

Kondisi Akses Jalan menuju ke lokasi pekerjaan…..

Kabupaten Manggarai terletak di Pulau Flores sehingga akan melewati jalanan yang penuh dengan tikungan dan tanjakan serta turunan tajam sehingga diperlukan perhitungan beban kendaraan yang tepat agar selamat sampai ditujuan. Jurang yang dalam di pinggir jalan tidak dipungkiri lagi harus dilewati untuk mencapai lokasi. Tingginya curah hujan menyebabkan daerah ini rawan longsor.

Conditions of access road leading to the location of the job …..

Manggarai Regency is located in Flores Island that will pass through the streets filled with twists and climbs and sharp derivatives so that the right calculations of vehicle load is important in order to be safe arrive at the destination. Deep chasm on the roadside was no doubt have to be passed to reach the site. The rains caused the landslide-prone area.

rambu rawan

0 persen compang cibal 1

Semoga pekerjaan ini berjalan lancar. Nantikan kami di edisi selanjutnya!. Salam Pembanguan.

Hopefully, this work is going smoothly. Look forward to our next edition !. Regards from our development team.

 

 

Foto dan Artikel oleh :Ketut Rudi Utama

Lokasi : Manggarai

Pengukuran bersama Proyek Satuan Kerja Listrik Perdesaan Nusa Tenggara Timur

Pejabat Pembuat Komitmen : Bapak Simi E. Lapabesi

Pengawas : Bapak Jhon Jari, Bapak Ranu Aldi Aldaka dan Jajaran PT PLN (Persero) Areaf FBB Ranting Ruteng

One thought on “Menerangi Lumbung Padi Bersama SATKER LISDES NTT (Light The Island Of Granary With Working Unit LISDES NTT)

  1. Pingback: Menerangi Lumbung Padi (Desa Compang Cibal dan Bangka Ara ) Bersama SATKER LISDES NTT Bagian II (Light The Island Of Granary Compang Cibal And Bangka Ara Village With Working Unit LISDES NTT) | PEMBANGUNAN MENERANGI DAN MENCERDASKAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s