Tentang Banjir (Flooding problems)


Saya sangat terkejut melihat sebuah desa yang memiliki kontur tanah kering berkarang pada saat musim hujan. Desa itu dipenuhi oleh pohon lontar yang tumbuh alami. Oleh karena intensitas hujan yang cukup tinggi maka air menggenang seperti berada ditengah rawa – rawa alami yang indah.

I was very surprised to see a village that has a dry rocky soil contour during the rainy season. The village was filled with palm trees that grow naturally. Therefore rainfall intensity was high enough, then water pooled trough like I was standing in a beautiful natural swamp.

rawa - rawa1

Air yang menggenangi pekarangan dan hampir seluruh wilayah desa, tidak membuat warga panik, cuma saja diperlukan tenaga extra untuk memindahkan barang – barang dan material yang tidak boleh terendam air. Fenomena alam ini menyebabkan kebanyakan bentuk rumah didesa ini dibuat menyerupai panggung. Ternak – ternak peliharaan warga juga sepertinya menikmati genangan air itu sebab setelah musim hujan berakhir maka serentak tanah mengering dan bahkan lumpur pun berubah menjadi tanah kering.

Water that pooling the yard and almost in entire territory of the village, did not make people panic, just extra power needed to move goods  and materials that should not be submerged in water. This natural phenomenon is causing most forms of house in this village made to resemble the stage. Livestock of residents also seem to enjoy this situation, the puddles then after the rainy season ends will simultaneously dries and even all mud will turn into a dry land.

rawa - rawa3

Warga didesa ini sepertinya sudah terbiasa menghadapi situasi ini. Menurut saya kedepannya tempat ini sangat cocok untuk dibangun embung sehingga danau buatan lambat laun akan terbangun untuk menyediakan air dimusim kemarau dan berguna untuk masyarakat desa ini. Sempat pikiran saya berpaling ke hal yang lain namun masih ada hubungannya dengan hal ini. Kota besar seperti Jakarta dan kota besar lainnya juga terendam setiap tahun pada saat musim hujan datang dan dipublikasikan di seluruh media, lalu bagaimana dengan desa ini?. Sebuah desa yang boleh saya juluki “Desa Rawa-Rawa”. Mungkin pantas kalau saya juluki “Daerah Kolam Renang” untuk di kota besar. Tapi masalah dikota lebih berat untuk dihadapi.

Residents of this village seems like used to dealing with this situation. I think in the future is very suitable place to build an artificial lake dam that will gradually awakened to give water in the dry season and are useful for the village community. My mind had turned to other things but still have the same situation with. Big cities like Jakarta and other big cities are also inundated every year during the rainy season comes and publicized throughout the media, then how about this village ?. A village may I dubbed The Swamp Village”. In other side perhaps a fitting words that I dubbed Regional Swimming Poolfor the big city. But the problem is more severe in the city to face.

 

 

 

 

Article by Ketut Rudi Utama

 

Location: Kiufatu Village (During Rainy Season)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s