Mencuci Secara Tradisional (Traditional Laundry)


Saya mendapatkan kesempatan berjalan – jalan ke sebuah desa yang cukup jauh dari kota Jayapura. Desa ini bernama Tablanusu Distrik Depapre Sentani Papua. Daerah ini memiliki banyak keindahan alam yang nantinya akan saya paparkan pada edisi selanjutnya. Saya menyarankan untuk berhati – hati jika berjalan menuju daerah ini. Binatang peliharaan bebas berkeliaran tanpa kandang di jalan raya dan anda bisa dikenakan denda yang cukup tinggi jika menabraknya. Dan jangan lupa untuk menyiapkan uang kecil dan rokok untuk disumbangkan kepada beberapa pemuda yang sewaktu – waktu dapat mencegat perjalanan anda menuju tempat ini. Untuk saja saya ditemani seorang wanita cantik yang berasal dari daerah ini sehingga perjalanan menjadi aman. Wajar hal ini terjadi karena kondisi yang masih terpencil.

I got a chance traveling to a village far from the city of Jayapura. The village is Tablanusu District of Depapre Sentani Papua. This area has a lot of natural beauty which I will describe later in the next edition. I recommend to be careful if walking towards to this area. Pets are free to roam without a cage on the highway and you can be fined high enough if you are hitting and killing  them. And do not forget to prepare small money and cigarette to be donated to some youths who at any time probably intercept your journey toward this place. Lucy I was accompanied by a beautiful woman who came from this area so that the trip were safe. Naturally, this happens because the condition is still remote.

 

traditional loundry3

Selain keindahan alam, saya menjumpai hamparan batu kerikil hitam dan halus serta hamparan berwarna – warni dibeberapa pekarangan warga. Cuaca cukup panas dan saya berusaha mendekati hamparan warna – warni itu. Ternyata itu adalah pakaian yang dijemur setelah habis dicuci oleh pemiliknya.

Besides the natural beauty, I came across a stretch of fine black gravel and expanse of colored thing covering the citizens yard. The weather was hot and I tried to approach the expanse of colorful thing. Turns out it was the clothes were drying after it washed by the owner.

 

traditional loundry 2

Iklim di tempat ini memang sangat menunjang yaitu rata – rata panas setiap harinya. Kadang turun hujan akan tetapi tidak dalam kurun waktu yang lama. Boleh dikatakan tidak ada musim yang pasti didaerah ini. Panas selalu ada dalam satu harinya.

The climate of this place was very supportive for this activity average hot in daily. Sometimes rain but not in a long time. Arguably no definite season in this area. Heat is always there in one day.

Nona sentani Papua12

Cuaca yang cukup panas dimanfaatkan oleh warga Distrik Depapre Sentani Papua untuk menjemur pakaian mereka setelah habis dicuci. Dan terjadi hampir dikebanyakan desa. Pakaian digeletakkan begitu saja diatas hamparan batu hitam yang bersih sehingga kering dan lurus tampak seperti habis disetrika. Tidak ada yang mencuri pakaian tersebut. Coba saja dikota melakukan metode ini, pasti pakaian – pakaian tersebut hilang digasak maling. Sebuah penghematan energi. Tanpa mesin cuci dan tanpa setrika listrik.

The weather was hot used by residents of Depapre District Sentani Papua to hang their clothes after it washed. And occurs almost in most villages. Clothes carelessly just above the expanse of clean black stone to make it dry and straight looks like it had been ironed. Nobody stole the clothes. Imagine that this method is implemented in the city, certainly the clothes will gone stolen by thief. Such an energy savings. Without washing machine and without electric iron.

 

Article and Photo by : Ketut Rudi Utama

Special Thanks To : Septi “Beautiful girl from Sentani Papua”

Model : Septi

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s