Sehari di Taman Tirta Gangga Bali (A day at Tirta Gangga Castle in Bali)


Asta Kosala Kosali adalah aturan mengenai ukuran dan tata ruang bangunan di Bali, yang pertamakalinya dibuat oleh dua orang suci Hindu, yakni: Bhagawan Wiswakarma dan Bhagawan Panyarikan.

Setiap ruang di Bali, terbagi menjadi 3 wilayah ruang, yakni:

1. Wilayah Utama–  adalah bagian yang paling sakral terletak paling hulu.  Seperti diibaratkan sebuah sungai di wilayah ini dibangun Pura utama. Tujuan dari penataan pelinggih (baik tata ukuran-dan-jarak maupun ruang) di sini dimaksudkan agar terpancar energi suci sehingga terbina hubungan yang harmonis antara penyungsung (pemuja) dengan yang disungsung (dipuja). Kongkretnya hubungan yang harmonis antara manusia dengan penciptanya membutuhkan sebuah ruang khusus untuk memisahkan aktivitas manusia dengan penciptanya. Wilayah ini dibuat paling indah dan lebih tinggi diantara wilayah -wilayah lainnya.

2. Wilayah Madya – adalah bagian tengah. Di wilayah ini dibangun sarana-sarana penunjang seperti bale gong (alat musik tradisional) , dapur suci, bale kulkul (kulkul adalah alat yang terbuat dari bambu atau kayu yang pada saat dipukul mengeluarkan suara dan memiliki fungsi untuk mengumpulkan warga), bale pesandekan (tempat beristirahat), bale pesamuan (untuk rapat-rapat), dan lain sebagainya. Tujuan tata ruang dan bangunan di wilayah madya ini dimaksudkan agar terpancar energi positive sehingga terbina hubungan yang harmonis antara sesama manusia.

3. Wilayah Nista – adalah bagian terluar, kadangkala memiliki ukuran yang tidak sama dengan wilayah  utama hanya saja harus tetap ada. Fungsinya sama seperti sebuah halaman rumah dengan beraneka taman, kolam dan seni keindahan alam.Tujuan dibuatnya halaman ini dimaksudkan agar terpancar energi positive sehingga terbina hubungan yang harmonis antara manusia dengan mahluk lainnya seperti tumbuhan, binatang bahkan mahluk lainnya yang derajatnya dibawah dari mahluk hidup. Karena ini halaman, maka dapat digunakan untuk keperluan lain misalnya parkir, penjual makanan, dll.

Saya sangat senang mengunjungi istana Tirta gangga yang merupakan perwujudan dari konsep sebuah bangunan diBali.

Asta Kosala Kosali are rules on the size and layout of buildings in Bali, which was first made ​​by two Hindu holy man, namely: Bhagavan Wiswakarma and Bhagavan Panyarikan.

Every area in Bali, it’s spaces are divided into three regions:

1. The main area is the most sacred part of the most upstream located. As likened to a river in this area where the main temple is. The purpose of arrangement of shrines (both ordinances size and distance or spaceare  to shine the holy energy coming from the upstream up to the downstream that could build a harmonious relationship between devotee to the revered. The harmonious relationship between man and their creator require a specific room to separate human activity with its creator. The area usually is made ​​of the most beautiful or highest among other regions.

2. The centerpiece area is a middle area. In this region supporting facilities are built such as bale gong (a place for practicing and storing the traditional musical instrument), the sacred kitchen, bale kulkul (kulkul is an instrument made ​​of bamboo or wood, which when it struck a loud sound produced and has function to gather the citizen), bale pesandekan (a place for rest), bale pesamuan (for meetings), and so forth. The purpose of spatial planning  in this area is to create a positive energy that built up a harmonious relationship between human beings.

3. Nista area is the outer part, sometimes have a size that is not the same as the main area but will have to be left for this area. Its functions is the same as the home yard with a variety of gardens, pools and nature beauty arts. The purposes of making ​​this area is  to create a positive energy that built up a harmonious relationship between humans and other creatures such as plants, animals and even other creatures below of a living creature. This is a yard, it can be used for other purposes such parking area, food vendors, etc.

I am very happy to visit Tirta Gangga Palace where embodies the concept of a building in Bali.

Tirta gangga 12

tirta gangga 10

Tirta gangga2

Tirta gangga3

tirta gangga4

tirta gangga5

tirta gangga6

tirta gangga7

Tirta Gangga8

tirta gangga9

Tirta gangga10

Tirta Gangga11

Mungkin ada banyak taman – taman yang indah. Saya senang melihatnya akan tetapi saya akan sangat mengagumi yang menciptakannya. Sangat susah mendapatkan kesempatan untuk membangun keindahan di bumi ini. Sebab keindahan itu memiliki banyak makna tergantung orang yang menilainya.

There are many beautiful garden. I would love to see it but I would really admire somebody who created it. It is difficult to get a chance to build a beauty thing on this earth. Because beauty has many meanings depending on people who vote it.

 

 

 

Ketut Rudi Utama

Model : Molina Olivia

 

 

2 thoughts on “Sehari di Taman Tirta Gangga Bali (A day at Tirta Gangga Castle in Bali)

  1. uce bali

    Tirta gangga memang eksotis dan wajib dikunjungi jika liburan ke bali. Tapi sayangnya jarak yg jauh sekitar 2 jam perjalanan dari kuta/denpasar membuat wisatawan domestik enggan datang kesini.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s