Meja Yang Sepi “The Lonely Desk”


Di meja sebuah rumah makan, aku duduk sendiri tidak ada yang menemani dan terasa hampa tersiksa oleh lamunan – lamunan masa lalu. Meski pelayan datang menghampiri dengan senyuman manisnya, tetapi aku masih merasakan sepi itu.

In the table at one of a restaurant, I am sitting alone and no one go with feeling empty tormented by  reveries of the past. Although the waiter came over with a sweet smile, but I still feel lonely.

 

daun 1

 

Hilang akalku untuk menghadapi masa depan dan banyak bisikan – bisikan yang mengganggu pikiranku. Terkadang ingin jauh berlari, terkadang ingin menjerit, terkadang ingin bersembunyi lepas dari belenggu pikiranku sendiri. Akan tetapi aku masih duduk di meja yang sepi ini. Mataku menatap tanpa arah meski tertuju kepada satu arah. Aku tidak bisa melihat indahnya daun disekelilingku dan tidak bisa mendengarkan suara gemuruh air kolam yang ada disekelilingku. Perasaanku gundah dan resah tidak menentu. Aku merasa terganggu oleh orang yang berlalu lalang disini.

Missing wits to face the future and many whisper on my mind. Sometimes I want to run away, sometimes I want to scream, sometimes I want to hide loose from the shackles of my mind. But I was still sitting at this deserted table. My eyes stared aimlessly though drawn to one direction. I can not see the beauty of the leaves around me and can not listen to the roar of the water pool around me. I feel depressed and anxious erratic. I was feeling disturbed by people passing by here.

 

abstrak 2

 

Aku gagal karena mereka orang – orang itu yang menggangguku. Mengganggu akan kehadiranku. Menggerogotiku seperti penyakit yang membunuh secara perlahan. Dunia ini dipenuhi oleh orang curang, orang yang bermuka dua, orang yang tidak menghargai orang lain, pembunuh, pemalas, yang berjubah seperti orang suci dan berwajah tua seperti berwibawa.

I failed because of the people that bothered me. Disruptive on my presence. Embezzling me as the disease that killing slowly. The world is filled with a lot of cheating people, two-faced people, people who do not respect others, killer, slacker, robed like a saint and old faces as authoritative.

 

abstrak 1

 

Aku merasa bahwa menyendiri adalah teman sebuah kegagalan. Orang – orang itu adalah teman pada saat kesenangan menghampiriku. Aku benci orang – orang itu. Kebanyakan orang hanya mencari kesenangan dan tidak mau menemani orang yang sedang kesusahan. Disini di meja sepi ini aku mendapatkan banyak bisikan teman yang paling setia menemaniku. Yang berbisik itu adalah hatiku sendiri. Terima kasih tempat sunyi, kamu menjadi saksi bisu untuk semua orang yang mengalami kegagalan bahkan mungkin ada yang mengamuk merusakmu. Aku senang duduk ditempat ini, dan aku duduk menyendiri bukan meratapi kegagalanku akan tetapi menjauh dari orang – orang yang akan menciptakan kegagalan. Setiap orang pasti pernah duduk di meja yang sepi.

I feel that solitude is a friend of a failure. Those people were friends at the time of pleasure on me. I hate the people. Most people are just looking for fun and did not want to go with people who are in distress. Here in this quiet table I get a lot of whisper  as a most devoted friend of mine. The whisper was my heart. Thanks a silent, you become a witness to all those who have failed there may even be a raging destroying you. I’m happy to sit in this place, and I’m sitting alone here it does not lament on my failure but stay away from people who will create a failure. Everyone ever sit in the quiet table.

 

 

 

 

Ketut Rudi Utama

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s