Sepi dalam kesepian “Desolated”


Sepi, dingin dan tidak tentu arah, tatkala kehancuran menghampiriku. Pada saat seseorang terkenal, kaya, berkecukupan, disini akan bertemu banyak orang baik yang mengaku sebagai seorang teman. Ramai dan sepertinya kelihatan sangat bahagia. Seperti pepatah menyebutkan “Dimana ada pohon besar disana banyak burung yang bersarang”.

Lonely, cold, and uncertain direction, when destruction approached on me. By the time someone is a famous, wealthy, well off, there will meet many nice people who claimed  a friend. Crowded and seemed to look very happy. As the proverb says Where a large tree there are many birds nesting“.

 

sebuah jembatan 1

Oleh sebab itu kenapa setiap orang berusaha menjadi orang kaya dan terkenal, karena dunia itu adalah dunia yang sangat ramai dan penuh pujian. Ketika seseorang memberikan sesuatu dengan cuma – cuma maka beribu – ribu pujian akan menghujaninya. Akan tetapi ketika kita harus merengek – rengek meminta pinjaman pada saat kesusahan, mungkin saja semua orang – orang itu akan menghindar. Mungkin nantinya dihujani oleh caci maki pada saat tidak bisa mengembalikan pinjaman itu. Dunia ini menjadi dunia yang sangat sepi.

Hence why everyone is working hard to be rich and famous, because it is the crowded world and full of praise. When someone gives something freely to someone else then thousands  of praise will rained. But when we have to whine asking for a loan in the times of distress, all people maybe would hide to avoid us. Or even later maybe bombarded by verbal abuse when it could not repay the loans. The world is becoming a very lonely world.

 

sebuah jembatan 2

Sepi itu adalah sebuah tempat untuk memikirkan kembali kesalahan – kesalahan yang telah dibuat. Menyesalinya sampai meneteskan air mata. Tidak ada yang tahu karena tempat ini sangat sepi. Mungkin Tuhan juga telah menutup pintunya.

A quiet place is a good place to evaluate the errors that have been made​​. Regret to tears. No one knows because the place is very quiet. Maybe God has also closed his doors.

 

 

 

 

Ketut Rudi

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s