Jangan Lupa Emergency Exit Ada dimana (Do not Forget Where is The Emergency Exit)


Tatkala lahan sudah tidak ada lagi, maka pembangunan di kota besar dilakukan ke atas langit, kebawah tanah dan diatas pantai. Tidak heran lagi bahwasannya di setiap kota besar banyak dijumpai gedung pencakar langit berlomba tinggi menjulang ke angkasa. Cukup indah pada malam hari tatkala lampu bersinar seperti ribuan bintang diangkasa. Itulah bintangnya perkotaan

When the land is no longer available, then the development of the city conducted toward trough the sky, down to the ground and above the beaches. No wonder that in every major city are often found competing skyscrapers towering into the sky. Quite beautiful at night when the lights shine like thousands of stars in the skies. That called the city star.

 

gedung baru

“Dimana ada gula, disitu ada semut”. Pepatah ini menunjukan bahwa Kota Besar itu seperti gula yang diserbu ribuan orang mulai dari pekerja, pencari peluang, wisatawan, pelajar dan lain sebagainya. Dari yang terendah sampai tertinggi dalam status sosial ada dikota besar. Sangatlah mungkin jika dalam sebuah gedung akan dihuni oleh beraneka ragam jenis manusia dari semua kalangan. Suatu perbedaan yang sangat mencolok didalam sebuah kardus beton raksasa.

Where sugar is available, there must be an ants“. This proverb shows that the Big Cities like sugar invaded by thousands of people ranging from workers, opportunity seekers, tourists, students and others. Ranging from the lowest to the highest in social status of human is living in a big city. It is possible for the building occupied by a wide variety of people from all walks of life. A very noticeable difference in a giant of concrete box.

 

keindahan lampu1

Pada saat berada ditengah keramaian disebuah gedung pencakar langit mall terbesar disebuah kota, saya menjadi takut jikalau terjadi kebakaran, bom meledak atau gempa bumi. Oleh sebab itu mata saya selalu tertuju kepada emergency sign yang ada digedung itu dan mencoba menuju ke tangga daruratnya sehingga saya merasa agak nyaman berjalan – jalan. Ternyata ada juga gedung tanpa fasilitas emergencynya. Kalau saya mendingan pulang saja. Rumah adalah tempat teraman.

Every time I stand  in the middle of the crowd  in one of skyscrapers the largest mall in a town, I am afraid if there is a fire, a bomb exploded or earthquake. Therefore, my eyes always fix on the existing emergency signs which are available there and try to go to the emergency stairs to test it so it makes me feel in a comfortable walking and shopping. Apparently there were also a building without emergency facility. For me, I‘d better go home. Home is the safest place.

 

 

 

 

 

Ketut Rudi

Photo By : Lelly Jeane

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s