Kenanglah Diriku Yang selalu Mencintaimu (Remember Me Who Always Love You)


Waktu jika telah berlalu maka tidak akan bisa diulang kembali. Peninggalan sejarah adalah saksi bisu. Sebuah saksi yang menunjukan apa yang sedang terjadi pada waktu itu. Saat ini, sama seperti waktu yang lampau, waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga, jika kita tahu apa yang harus kita lakukan dengan waktu yang ada. Seseorang yang berani membuang waktu 1 jam dari hidupnya bukanlah seseorang yang menghargai kehidupan (Charles Darwin).

When the time has passed by then it will not be repeated again. Historical heritage is the silent witness. A witness that showing what was happening at that time. Today, is the same with the past time, time is something that is very valuable, when we know what we have to do with the available time . Someone who dares to waste  1 hour time of life means  a person who doesn’t appreciate a life (Charles Darwin).

borobudur1

Batuan Bumi tertua yang ditemukan adalah Acasta Gneisses di Kanada dekat Danau Great Slave. Batuan ini berumur 4,03 miliar tahun. Batuan yang lebih tua dari 3,5 miliar tahun bisa ditemukan di semua benua seperti Batuan Isua Supracrustal di Greenland berumur 3,7-3,8 miliar tahun, batuan Swaziland berumur 3,4-3,5 miliar tahun, dan di Australia Barat yang berusia 3,4-3,6 miliar tahun. Para ilmuwan dunia melakukan penelitian dengan menghitung umur Bumi saat ini. Sudah tua kah usia bumi ini?

Oldest rocks of the earth which was found in Canada is Acasta Gneisses near Great Slave Lake. These rocks are 4.03 billion years old. Rocks older than 3.5 billion years can be found in all continents as Supracrustal Isua in Greenland rocks 3.7 to 3.8 billion years old, rock Swaziland 3,4-3,5 billion years old, and in Western Australia 3.4 to 3.6 billion years old. The world’s scientists conduct research to calculate back the age of the Earth from this period. The age of the earth is very old, Isn’t it?

 

good bye see you tommorow 1

Penelitian itu sama halnya pada saat kita melihat nenek atau kakek sedang duduk dipinggir sebuah batu besar sembari memberikan tatapan kosong seolah – olah pikirannya dipenuhi oleh mimpi – mimpi masa lalunya. Ternyata manusia memiliki umur yang cukup pendek. Tidak ada manusia yang abadi. Oleh sebab itu bumi tempat kita berpijak kita namai “Ibu Pertiwi”, ibarat seorang ibu yang penuh cinta kasih melindungi kita semua dengan selimut “Lapisan Ozonnya”.

The study was the same as when we saw the grandmother or grandfather was sitting along a large stone while giving a blank stare as their mind filled with dreams of their past. Humans have a short life. No man is immortal. Therefore earth where we stand  named “The Mother of  Earth”, like a loving mother who protects all of us with a warm blanket named layer of Ozon“.

good bye see you tommorow 3

Wajah Ibu Pertiwi telah dihiasi goresan peninggalan sejarah dari jaman ke jaman. Peninggalan – peninggalan sejarah itu merupakan wujud kasih sayang Ibu Pertiwi kepada manusia agar kelak bisa dipelajari. Seharusnya belajar untuk lebih menyayangi Ibu Pertiwi bukan menodai kesucian Ibu Pertiwi.

Mother Earth‘s face has adorned by scratches of historical relics from era to era. Historical relics are a form of Mother Earth’s love to be learned by every human being. What should be learned by human is  such more caring to instead of  tarnishing sanctity of the Mother of  Earth.

good bye see you tommorow 4

Aku belajar tentang kehidupan, Aku belajar tentang kasih sayang, Aku belajar tentang persahabatan, Aku belajar tentang solidaritas,
Aku belajar tentang memahami masalah, banyak yang telah aku pelajari, akan tetapi yang paling berharga adalah belajar mengenang orang – orang yang pernah mencintai aku. Pelajaran yang sangat berharga dari tanah kelahiran dan nenek moyangku . Dahulu aku berdiri tegak bak seorang pangeran tampan, sekarang aku telah membungkuk tidak berdaya dan masih kulihat matahari itu masih kuat berlari seperti dahulu kala tatkala kita bermain kejar – kejaran menemani Ibu Pertiwi.

I learned about life, I learned about love, I learned about friendship, I learned about solidarityI learned about understanding the problem, I learned a lot of, but the most valuable was learning to memorize the people who ever loved me. Very valuable lesson from the motherland  and my ancestors. Once I was standing upright like a handsome prince, now I‘ve bent helpless and still saw the sun was still running strong as of yore when we were playing a chasing game accompanying The Mother of Earth.

 

 

 

 

 

 

Ketut Rudi (Every Picture Has it’s own story)

Photo by : Lelly Jeane

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s