Selembar Kertas Putih (A sheet of white paper)


Dari atas pesawat aku menoleh ke luar jendela pesawat semua kelihatan indah seperti memiliki corak yang cukup menakjubkan seindah corak awan yang menyelimuti pesawat itu. Aku kemudian membuka meja yang ada di depan kursiku untuk mencoba melewati hari yang menjemukan dengan membaca buku. Pada saat membuka meja, terselip satu kertas putih tanpa ada tulisan atau bercak sedikitpun. Kertas itupun terbang dengan sigap aku menangkapnya.

Living on a jet plane at a cruising phase  I looked out to the window all shown really beautiful as having quite amazing pattern as beautiful as the shades of clouds which was enveloping the plane. I then opened the table in front of my chair to try passing a dull day by reading a book. At the time when opening the table, tucked into a white paper with no writing or spotting at all. Paper rose splattered  then I caught it with alacrity.

daun yang berlubang3

Niatku untuk membaca bukupun terhenti, sembari memandangi kertas putih ini. Sebuah kertas putih yang masih kosong yang belum ada goresan pena. Kertas itu masih belum bisa menjadi arti karena masih kosong. Pada saat kertas itu di goreskan pena dan di tulisi sesuatu maka kertas itu menjadi berarti. Seperti inilah penilaian dari kebanyakan orang terhadap kertas putih.

My intention to read any book was stalled, while looking at this white paper. A white paper was still blank no stroke of a pen. The empty paper has no meaning. The paper will becomes meaningful only after being scratched by a pen and  written something into it. This is the assessment of most people to the white paper.

daun yang berlubang4

 

Namun berbeda dengan pikiranku. Akupun melipat kertas putih itu dan menyimpannya di dalam saku bajuku. Mungkin kelak bisa kugunakan untuk kertas memo atau orat – oret sketsa. Sungguh tega orang itu meninggalkan kertas putih ini terbuang tanpa arti meski cuma selembar.

But really different with what I thought . I  folded that white paper and kept it in my pocket. Maybe someday I could use it for scrap or doodle a sketch. Indeed the man’s heart to leave this white paper being wasted without a meaning although only a sheet of white paper.

daun yang berlubang5

Selembar kertas putih diatas hanyalah sebuah kiasan dimana perlu goresan pena untuk membuat kertas ini ada artinya. Kertas putih sering diartikan sebagai sesuatu yang masih polos tidak berarti dalam kehidupan karena belum digores sebuah pena. Sejujurnya kertas putih tidak seperti itu. Sampai sebuah kayu menjadi kertas putih diperlukan usaha panjang mulai dari menanam kayu, menebang dan memprosesnya menjadi sebuah kertas putih. Kertas putih itu cukup berarti dan mahal. Usahakan jangan sering membuang kertas ya!, kalau suka menulis tulislah di blog saja secara elektronik.

A sheet of white paper above is just a proverb which is requiring the necessary strike of a pen to make it meaningful. The white paper is often defined as something that still does not has a mean or plain in life because it has not scratched by a pen yet. To be honest the white paper does not like that. Until a timber becomes white paper takes a long effort from planting timber, cut down and process it into a white paper. The white paper is real, and expensive. Try not to often throwing a paper !, if you like to write, write a blog and write electronically.

 

 

 

Ketut Rudi Utama

Photo by Molina Olivia Utama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s