Kawan Kita Melihat Matahari Yang Sama (We Saw The Same Sun)


Selama berabad-abad yang lalu dan tercatat dalam sejarah, manusia mulai termenung untuk memahami bentuk bumi. Usaha-usaha itu ada yang tercatat sebagai legenda dan mitologi tertulis dan ada pula sebagai cerita lisan. Bumi pada masa itu dianggap sebagai piringan yang dikelilingi oleh lautan (Oceanus), ada pula yang memiliki anggapan bahwa ujung bumi ada di tengah lautan tatkala dilihat langit menyentuh lautan.

For many centuries ago and recorded in history, humans began to dream and understand the shape of the earth. The effort were some recorded as a legends and mythology as well as written and oral stories. Earth at that time regarded as a disc surrounded by a sea (Oceanus), others have the notion that the ends of the earth is in the middle of the ocean when the sky touches the sea at horizon.

matahariku 1

Aristoteles adalah seorang filsuf Yunani. Ia mengatakan bahwa pengetahuan dibangun atas dasar pengamatan dan penglihatan. Keindahan menyangkut keseimbangan ukuran yakni ukuran material. Beliau banyak menorehkan kata – kata bijak. Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal.

Aristotle was a Greek philosopher. He said that the knowledge is built by observation and vision. The beauty of balance about the size of  material. He chalked many words of wisdom. Aristotelian logic is a system of deductive reasoning, which even today is still regarded as the basis of every lesson on formal logic.

matahariku 2

Dalam penelitian ilmiah selanjutnya observasi, eksperimen lanjutan dilakukan terhadap pengamatan dan pengelihatan awal. Aristoteles, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking). Sampai akhirnya perkembangan penemuan berkelanjutan dan seperti sekarang ini.

In later scientific research, further observations, experiments carried out to every first vision. Aristotle, in his scientific research also realized on importance of observation, experimentation as an inductive thinking. Continued until the invention of sustainable development as what it is today.

matahariku 5

Matahari itu setiap hari memutari bumi. Pada saat – saat tertentu aku menikmati keindahannya sembari berlari pagi dipantai atau minum cocktail di bar pada saat senja telah tiba. Hanya di beberapa belahan bumi saja kita dapat melihatnya dengan indah. Mungkin Aristoteles beliau melihat matahari itu dari tempat yang terindah pada waktu itu. Dari mana saja kita berada, “kawan kita melihat matahari yang sama” dan mudah – mudahan anak cucu kita juga mampu melihatnya.

The sun circled the earth every day. At the time in a certain moment I enjoy its beauty while morning  jogging at the beach or at the bar drinking a cocktail then dusk has arrived. Only in some parts of the world we can see it beautifully. Perhaps Aristotle saw  the sun from the most beautiful places at that time. From wherever we are, “my friends we saw the same sunand hopefully our grandchildren are also able to see it.

 

 

 

 

Ketut Rudi

(Source : Wikipedia)

Photo by : Molina Olivia Utama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s