Seberkas Cahaya Menyentuh Dedaunan (A beam of Light Touching Leaves)


Ragam budaya Indonesia, Dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai pulau rote, jutaan tradisi dan budaya serta adat istiadat jadi tiang kokoh permersatu bangsa, Namun seiring berjalannya waktu banyak adat dilupakan, banyak tradisi dirubah sehingga tiang pedoman menjadi rapuh,perubahan membawa banyak cerita yang tak pernah usai, sampai kapan baru akan kita sadari itu? bagaimana dengan anak cucu kita? apa yang akan kita ajarkan pada mereka? Pancasila telah tiada, Bhineka tunggal ika hanya jadi lambang semata, Lagu kebangsaan dilupakan seiring luputnya bahasa pemersatu, apa yang kita tunggu? seharusnya kita sudah harus berbenah, benahi setiap hati yang lupa, lupa menjalankan asas Negara ini, lupa dengan kepedulian antar sesama tanpa memandang derajat, suku dan agama.

Cultural diversity of Indonesia, from Sabang to Merauke from Miangas to Rote island, millions of cultural traditions and customs  stand as a sturdy pole to unite the nation, Meanwhile when running so fast many forgotten customs, traditions changed which was causing many of poles guidelines become brittle, the change brings many stories that ever after, until when will we realize that? what about our grandchildren? what will we teach them? Pancasila was gone, so Bhineka Tunggal Ika “the despite different but one” only become a mere emblem, national anthem being loose forgotten as the unifying of the unity language, what are we waiting for? we should have had to clean up, fix any forgotten heart, forget to run the principle of this country, forget to concern among others regardless of the degree, ethnicity and religion.

Cahaya daun

Kita semua dilahirkan sama, tapi mengapa status yang selalu diutamakan? bukankah status yang menyebabkan ada jarak antar sesama? seharusnya kita sudah harus menyadari jika kita semua adalah keluarga yang dilahirkan terpisah  dengan adat istiadat yang berbeda namun kita ini satu. Mari budayakan rasa kekeluargaan kita agar kita bisa lebih saling mengenal antar sesama kita, kita terlalu lupa, walau kita dipisakan oleh beribu-ribu pulau tapi bukankah kita selalu dipertemukan dalam berbagai kesempatan yang berbeda-beda yang tanpa pernah kita sadari. Mungkin saling sapa antar sesama merupakan awal yang baik melawan perubahan, budayakan rasa kekeluargaan tanpa harus memikirkan status, bukankah satu kebanggaan besar bila kita bisa sampaikan jika kita semua bukan sekedar bersaudara, kita semua bukan sekedar keluarga dan kekeluargaan tidak diukur  dari status dan harta kita tapi diukur dari hati kita, hati yang selalu memberi kasih dengan penuh ketulusan, maka dengan begitu kita semua lah yang akan menjaga asas Negara untuk tetap hidup didalam hati kita.

We are all born equal, but why always preferred to a status?, isn’t there a status that causes the distance between the members? we have to aware of that we are all born as one family separate with different customs, but we are one. lets bring into our culture of the friendship sense so that we could know each other better among us, we too forget, even though we separated by thousands of islands but we always met in a variety of different occasions that without ever knowing it. May greet each other which is a good start against the change, lets bring into our culture of the friendship sense without having to think about the status, isn’t it a great pride when we can tell if we are all not just brothers, we are all not just the family and the family is not measured by our wealth and status but measured by our heart, a heart that always gives us with all sincerity, it is like the responsibilities is on us who take care of all the principles of the State to stay alive in our hearts.

 

hutanku

Matahari selalu menyinari beraneka ragam jenis pepohonan dan mahluk di muka bumi ini. Seberkas cahayanya menyentuh dedaunan sehingga bertumbuh saling menutupi satu sama lainnya.

The sun is always shining on a variety of trees and creatures on this earth. A beam of light is touching the leaves to grow then overlapping each other.

 

 

 

Article By : Adhy Shahib

Photo : Molina Olivia

Location : Jatinangor West Java

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s