Bara Yang Semakin Membara (The Increasingly Blazing embers)


Sepuluh tahun yang lalu, saya pernah berkunjung ke kota ini. Seingat saya jalan layang ini belum dibangun, di kanan dan kiri jalan ini dapat dijumpai hamparan sawah dan perkebunan sedangkan rumah-rumah dan ruko masih sangat jarang. Sekarang setelah sepuluh tahun kemudian saya berada di dalam mobil taxi yang saya tumpangi hampir tidak bergerak ditengah-tengah kemacetan jalan raya. Sungguh suatu perubahan yang sangat cepat. Tanpa sadar saya menyeletuk ” Orang – orang ini pada mau kemana ya?”. Supir taxi pun menjawab pertanyaan saya dengan terheran-heran melihat wajah saya dari sepion mobil. “Ya pak, dikota besar seperti ini entah mereka pada mau kemana”. Sebenarnya pak sopir taxi merasa senang apabila menemukan jalanan macet, mungkin harga argo menjadi lebih mahal, akan tetapi dia terus memperhatikan temperature mobil agar tidak panas.

Ten years ago, I‘ve been to this city. As I remember that the overpass was not built yet, on the right and left of this path can be found the rice field and plantation while houses and shop houses were still very rare. Now that ten years later I am in the taxi cab which barely moving in the midst of highway traffic jams. It is indeed a very rapid change. Unconsciously I shouted a words “all of the People where are you going to?”. The taxi driver then answered my questions with amazed to see my face from car’s rear mirror. Yes sir, a big city is almost like this and I don’t have any idea where they are going to”. Actually the taxi driver  will feel happy when finding a traffic jam, the price may be more expensive, but he continued to pay attention to the car temperature to avoid over temperature.

 

Membara

Sungguh membosankan berada ditengah – tengah jalan macet. Untuk menghindari kebosanan maka kami pun mengobrol disepanjang perjalanan. Obrolan kami berbicara seputaran sarana transportasi di beberapa kota besar di Indonesia mulai dari kelangkaan bahan bakar, rencana kenaikan pajak kendaraan sampai kepada kehidupan para sopir taxi mulai dari system pengganjian sampai dengan kehidupan rumah tangganya. Jumlah mobil semakin meningkat atau Ruas jalan semakin mengecil?. Kalau dilihat dari masalah ketersediaan bahan bakar minyak maka mengapa konsumsi bensin begitu sangat tinggi?.  Tentu saja karena permintaan pasar, dimana jumlah kendaraan pada periode tahun terakhir juga meningkat. Jumlah dan lebar jalan menjadi sempit  padahal jalan -jalan di kota besar sudah cukup lebar bahkan bertumpuk – tumpuk. Saya pun terkagum – kagum melihatnya. Apakah ini berarti orang – orang di kota memiliki uang yang banyak?, bayangkan saja harga satu unit mobil baru berkisar paling murah 150 juta rupiah dan harga 1 unit sepeda motor berkisar mulai 7,5 Juta rupiah.

It was boring in the middle of a traffic jam. To avoid boredom we are chatting along the way. Our chats topic were about transportation system in some major cities in Indonesia ranging from fuel shortages, the government plan to increase the tax of the vehicle , until the taxi driver life starting from salary system and his daily life. Is The number of cars increasing or Is the roads shrinking?. When viewing on Indonesia fuel problems side then we found why are so very high petrol consumption. Of course, due to market demand, where the number of vehicles until the last  year is increasing. The amount and wide of the roads become smaller whereas the road in the city are developed wide enough and even stacked. I was amazed to see it. Does it mean people in the city have a lot of money ?, just imagine the price of one unit of new cars at least  ranging from 150 million Rupiah  and the price of one unit of motorcycle ranges from 7.5 million Rupiah. It’s very expensive.

 

Bara api membara

Menurut saya seandainya masing – masing orang mau naik angkutan umum maka mungkin pengeluaran akan lebih hemat dibandingkan membeli satu unit kendaraan yang cukup mahal harganya. Disamping itu kesejahteraan hidup para supir termasuk bapak supir taxi bisa lebih terjamin. Cuma pertanyaannya adalah mengapa warga tidak mau menggunakan moda transportasi umum yang ada?. Apakah mungkin moda transportasi umum di Indonesia kurang menjamin ketepatan waktu atau pelayanan yang jelek?. Bahkan sudah diimplementasikan program three in one pada saat jam – jam tertentu malahan ada oknum yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menyediakan jasa penumpang bagi mobil yang penumpangnya kurang dari tiga orang. Kalau masalah ini tidak ada yang perduli lagi, maka tidak salah lagi bahwa nanti Indonesia menjadi Negara terboros dalam hal penggunaan bahan bakar. Supir taxi pun menggumal ” Biar pak sekalian menjadi arang saja, terbakar habis”.

I think if each person willing to take public transportation then  might be more efficient than buying one unit of vehicle which is quite expensive. Besides that, the welfare of the drivers who works in Indonesia including taxi driver  could be more assured. The question is why people do not want to use existing public transportation ?. Is it possible because  of  Indonesian public transportation does not guarantee the on time performance or having a bad services ?. Even the programs has already implemented such three in one at the peak time,  there will be a persons who uses this opportunity to provide additional passenger services for the cars which have less than three people. If there is no one cares about this problem anymore, then no doubt that Indonesia will become the State extravagant in terms of fuel usage. Taxi driver is arguing Let it burn turn into a  charcoal, burnt-out“.

 

 

 

INFO TAMBAHAN (Sumber Badan Pusat Statistik)

ADDITIONAL INFORMATION (Source Central Bureau of Statistics)

jumlah kendaraan bermotor

 

 

 

Article and Photo : Ketut Rudi

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s