“Rocking The Pops” Makanan Sumber dari Segala Penyakit (Rocking The Pop, Food is the source of all human diseases)


Merubah gaya atau style memang sangat susah dilakukan. Persamaan seperti didalam memainkan musik apabila sudah terbiasa memainkan musik Punk akan susah membawa musik jenis lainnya. Bukan berarti tidak bisa akan tetapi butuh waktu untuk melakukannya. Dalam kehidupan moderen seperti sekarang ini, telah terjadi banyak perubahan pola hidup seperti pola makan salah satunya. Jaman dahulu orang tua saya menyiapkan makanan cukup pada waktu pagi hari saja untuk kebutuhan makanan satu hari penuh. Dan biasanya kita menyantapnya bersama-sama dengan keluarga diawali dengan berdoa. Bahan-bahan makanan juga berasal dari pasar yang kualitasnya segar dan alami. Pada waktu itu dapat diartikan bahwa makanan adalah suatu kebutuhan bukan keinginan. Didalam makanan juga terdapat berkat yang melimpah dari Yang Maha Pencipta. Oleh sebab itu Orang tua selalu mengajarkan bahwa tidak boleh membuang-buang makanan karena banyak orang kelaparan diluar sana, dan petani telah meneteskan keringatnya untuk mendapatkan sepiring nasi.  Sangat efisien pada jaman itu karena biaya makanan dapat diprediksi. Makan bersama merupakan sebuah tradisi untuk menyampaikan cerita-cerita rakyat seperti Mahabarata sebagai motivasi kepada anak-anak dan anggota keluarga. Sangat nikmat mendengarkan cerita sambil menikmati hidangan pada waktu itu.

Changing on the life style  is very hard to do. Equal to playing a music when someone is used to play punk music then will be hard to bring other types of music. It doesn’t mean that they are not able to perform it but it will take time to do it. In today’s modern life, there have been many changes in lifestyle one example is a procedure and  food consumption style. In the past time when I was a kid,  Parents  were preparing enough food in the morning for a day of food needs. And usually we consume it together with the entire family begins with a pray. Food materials was also coming from the traditional market in fresh and natural quality. At that time means that food was a necessity rather than desire. Nutritional content in food is such having a great blessing of god as the Creator. Therefore parents always remind us not to easily waste food because a lot of people starving out there, and farmers have shed sweat to get a plate of rice. Very efficient at that time because the cost of food can be predicted. Having meals together is a tradition to convey folk stories like Mahabharata as a motivation to the children and family members. I thought it was very nice to listen the stories while enjoying a meal at that time.

 

pengamen 2

Sangat berbeda dengan keadaan jaman sekarang. Makanan tidak lagi disiapkan pada waktu pagi hari seperti dahulu. Kesibukan yang membuat pola hidup kita berubah. Tersediannya peralatan modern seperti kulkas, rice cooker yang membuat makanan berkesan lebih enak dan kehidupan lebih praktis. Kemudian tersediannya warung, restaurant atau sejenisnya yang cepat saji juga berkontribusi terhadap hilangnya pola makan yang dahulu diwariskan oleh orang tua. Bahkan sangat susah didapatkan bahan-bahan makanan yang alami atau tanpa bantuan pestisida, bahan pengawet atau bahan-bahan kimia lainnya. Jangankan bahan makanannya, tanah tempat menanam tanaman bahan makanan hampir rata-rata sudah terkontaminasi terutama di kota-kota besar.

Very different from today situation. Food is no longer prepared in the morning as usually in the past did. Busyness changed our lives. Availability of modern appliances such as refrigerators, rice cookers that made sense meals more tasty and more practical in life. Then availability of shop, restaurant or fast food that also contributing on the loss of life style that formerly passed  by parents. Even very difficult to find food ingredients that are natural or without the aid of pesticides, preservatives or other chemicals. Instead of food materials, the land where food crops grow in average almost been contaminated, especially in big cities.

 

ngamen2

Tidak seperti menggigit buah cabe sekali gigit langsung terasa pedasnya. Makanan yang kita konsumsi tiap hari akan perlahan-lahan membentuk kondisi tubuh kita untuk waktu kedepannya. Kemudian saya hubungkan dengan sebuah filsafat relegi yang menyebutkan bahwa hukuman tuhan terdiri dari tiga jenis yaitu hukuman terhadap perbuatan salah yang langsung dihukum hari itu juga, kemudian hukuman terhadap perbuatan salah yang nantinya setelah jangka waktu tertentu baru dihukum dan yang terakhir hukuman terhadap perbuatan salah entah kapan dihukumnya. Jika kita terus menerus salah dalam pola makan bahkan merokok, minum minuman keras yang berlebihan maka tinggal menunggu waktu untuk dihukum yaitu penyakit yang sakitnya membuat kita ingin bertobat sampai meneteskan air mata.

Unlike a single bite of chilies which is spiciness was immediate. The food we consume each day will slowly shape the conditions of our bodies for a period of time in the future. Then I connect with a religious philosophy which says that the punishment of God consists of three types.  The first punishment is for wrongdoing then immediately at the same day will be sentenced, next is the punishment of wrongdoing after a certain period of time and the last  penalties against wrongdoing which never know when will be sentenced. Then If we continue to go wrong in our life style even smoking, excessive drinking so just wait for the time to be punished to a painful disease that makes us cry to forgive.

ngamen 3

Saya prediksi akan banyak orang yang sakit jika pola hidup kita seperti diatas. Dan itu baru membahas pola makan saja belum pola hidup yang lainnya. Termasuk saya yang sedang menghadapinya sekarang. Sakit memerlukan biaya yang cukup besar. Ada Kuota lucu berbunyi seperti ini ” Dokter menyembuhkanmu dengan pil akan tetapi rumah sakit akan membunuhmu dengan tagihan” jadi lets rocking the pop.

I predict that a lot of people are going to face a bad disease  if the lifestyle maintained as above. And it only describe the food consumption style and not discussing any other lifestyle. I‘m including to that deal now. Hospitals require a considerable cost. There is a joke quota reads like this doctor will cure you with a pill but the hospital will kill you by the billso lets rocking the pop.

 

Artikel Oleh : Ketut Rudi Utama

Photo : Molina Olivia Utama

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s