“Selalu ada Jalan” Sebuah Catatan Pekerjaan Di Awal Tahun


Indonesia adalah negara kepulauan yang mana sudah pasti memiliki banyak pulau-pulau. Pemerintah beserta jajarannya sudah tentu mencanangkan pembangunan merata adil ke seluruh wilayah negara agar pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh warganya. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada program pembangunan yang dilaksanakan sampai dengan akhir dan awal sebuah tahun. Akhir dan awal tahun cendrung memiliki trend cuaca yang kurang bersahabat. Sebagai pelaku pembangunan bagaimanakah cara menyikapinya?.

Untitled

Pembangunan yang sedang berlangsung memang tidak mengenal waktu dan tempat. Harus terselesaikan tepat pada waktunya dan dapat menjawab semua kebutuhan masyarakat. Didalam perjalanan suatu proyek pembangunan fasilitas umum sudah tentu banyak kendala yang akan dihadapi. Minimnya transportasi dan tren cuaca buruk di awal tahun tentunya merupakan sebuah penghalang bak tembok tinggi yang menghalangi jalannya pembangunan itu.

semau 2

Larangan berlayar sampai dengan akhir bulan di awal tahun menyebabkan terhambatnya jalannya mobilisasi material ke lokasi pembangunan. Efek badai “Haiyan” yang mana sebagai penyebab Filipina luluh lantak akibat badai  yang mengamuk sejak dua hari lalu. Ratusan ribu penduduk kehilangan tempat tinggal, diperkirakan sekitar 10.000 orang meninggal di provnsi Leyte. Badai ini cukup terasa sampai ke Indonesia.

semau 3

Harus selalu berkoordinasi dengan pihak pengamat cuaca dan tidak boleh mengabaikan larangan-larangan yang telah dibuat. Banyaknya Kecelakaan disebabkan oleh diabaikannya larangan-larangan yang ada. Keterlambatan pekerjaan seperti ini sering disebut dengan force majeure atau sebab kahar.  Yang dianggap sebab kahar seperti : Bencana Alam, Keadaan darurat perang, Ada epidemi di daerah pembangunan dan kejadian-kejadian sebagai akibat dari peraturan pemerintah baik pusat / daerah. Kerap hal ini jarang diperinci lebih dalam lagi dalam sebuah kontrak kerja dan alasan-alasan ini cendrung bukan menjadi alasan keterlambatan. Susahnya mencari surat keterangan cuaca juga menyebabkan keterlambatan ini dibebankan kepada pekerja.

semau 4

Dalam perencanaan sering melupakan yang namanya asuransi angkutan. Sudah tentu jika angkutan ke suatu tempat dengan fasilitas moda transportasi yang cukup minim memerlukan biaya asuransi yang tinggi yang harus dituangkan kedalam kontrak perjanjian kerja. Perusahaan asuransi juga akan mempertimbangkan hal ini bahkan menolak untuk hal ini. Akan tetapi sebenarnya akan selalu ada jalan. Manajemen informasi dan komunikasi yang sudah dipandang perlu untuk ditingkatkan dan mudah di akses sebagai warning kepada pelaku-pelaku pembangunan. Jadi orang barat mengatakan “keep moving” jalan terus dan badai pasti berlalu.

 

Artikel dan foto : ketut Rudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s