“Final Line Diagram” Sebagai alat pendeteksi lokasi.


Dalam sebuah proses pengerjaan sebuah proyek pembangunan Jaringan Distribusi sudah tentu diawali dengan perencanaan yang dilakukan dengan jalan melakukan survey ke lokasi pembangunan yang dilakukan oleh bagian perencanaan proyek dan dituangkan ke dalam “Gambar Survey“. Pada gambar tersebut akan dengan mudah dihitung panjang jaringan, kebutuhan material beserta analisanya dan dapat mengukur kemampuan optimal pelayanan dari jaringan tersebut.

Contoh Gambar Survey Lokasi Kerja Desa Mamboro:

RAB 003

Dalam pengerjaan akan dilakukan pengukuran ulang kembali gambar survey yang telah dibuat serta dipatok untuk selanjutnya dapat dikerjakan oleh pekerja. Pengukuran ulang ini akan kembali dituangkan kedalam satu gambar line diagram baru yang disebut dengan “Gambar pematokan“. Tentunya akan terjadi perbedaan antara gambar survey dan gambar pematokan. Pada saat diukur ulang akan dijumpai keadaan aktual dari lokasi pekerjaan. Seperti melintasi lembah, hutan, rawa atau gunung dan tebing.

Contoh dokumentasi pengukuran untuk menghasilkan gambar survey

DSCN3528 DSCN3529

Dalam pengerjaan setelah dipatok, akan selalu berpedoman kepada gambar pematokan yang telah dibuat. Akan tetapi, belum pasti semua pekerjaan yang akan dilakukan berjalan mulus meski sudah direncanakan dan dituangkan ke dalam gambar pematokan. Ada beberapa penyebab yang menyebabkan perubahan kembali terjadi pada gambar pematokan setelah pekerjaan dieksekusi yaitu seperti tidak diberinya ijin oleh pemilik tanah, melewati tempat sakral, kondisi tanah dan tempat kerja atau permintaan dari bagian pemeliharaan agar jaringan tersebut mudah dalam pemeliharaan kedepannya. Maka setelah selesai pengerjaan akan dibuat kembali gambar final yang disebut dengan istilah “Gambar Revisi” atau bahasa teknisnya ass build drawing lengkap dengan jarak, dan material yang terpasang. Gambar ini kemudian secara bersama-sama dilakukan pengukuran dan pemeriksaan serta pengetesan jaringan.

Contoh Ass build drawing Lokasi Kerja Desa Mamboro Nusa Tenggara Timur:

JTM MAMBORO 1 JTM MAMBORO 2 JTR MAMBORO 1

Dari gambar yang ada, akan dapat dihitung pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan. Bisa saja terdapat kerja tambah atau kerja kurang. Kerja tambah kurang yaitu adanya pertambahan atau pengurangan volume kerja dari perencanaan. Menurut pengalaman yang telah dilakukan, perubahaan dari perencanaan tidak lebih dari 10%.

Dengan ass build drawing sangat berguna untuk mendeteksi bentuk jaringan di suatu lokasi sehingga mempermudah pemeriksaan, atau pemeliharaan jaringan kedepannya. Dilokasi terdapat kode-kode yang ditulis pada tiang dan gardu. Berikut contoh penomoran pada tiang dan gardu:

done2

Pada tiang tertulis MR 05 B16 yang artinya tiang ini adalah tiang ke 16 arah ke timur dari gardu MR 05. MR 05 adalah penomoran Gardu yang dibuat dan disusun oleh pihak pemeliharaan jaringan. Setiap gardu memiliki nomor tersendiri. Kalau di tiang tertera A16 berarti tiang ke 16 arah ke utara dari gardu. B16 arah ke timur , C16 arah ke selatan dan D16 arah ke Barat.

Semoga bermanfaat

 

Ketut Rudi Utama

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s