PEKERJAAN KHUSUS MEKANIKAL


1. Jaringan Fire Alarm & Fire Fighting
a. Yang dicakup dalam lingkup pekerjaan instalasi fire alarm dan fire fighting ini adalah menyediakan, memasang, mencoba,/trial run dan mengisi dari semua instalasi fire alarm maupun fire fighting; yang diperinci dalam uraian pekerjaan dibawah ini serta yang tertera dalam gambar.
b. Lingkup pekerjaan disini adalah pengertian bahwa unit dapat bekerja dengan baik tiap-tiap bagiannya maupun seluruh instalasi yang terpasang sebagai unit keseluruhan.
1) Pengadaan dan pemasangan semua fire detector, manual call alarm bell, beserta instalasi wiringnya.
2) Pengadaan dan pemasangan master control fire alarm panel beserta instalasi wiringnya.
3) Pengadaan dan pemasangan power supply untuk melayani system fire alarm tersebut.
4) Pengadaan dan pemasangan unit-unit fire fighting (fire extinguiser).
5) Pengadaan trial run dan pengujian untuk seluruh instalasi, maupun demonstrasi dari unit-unit fire fighting yang
dipergunakan.
6) Board yang menunjukan adanya peralatan-peralatan manual fush button,fire fighting unit,menunjukan tempat/arah pintu bahaya/tangga bahaya(fire escape).
7) Pembuatan lemari-lemari untuk FHR, Fire Extingusher dan alarm call dan button pada tempat-tempat yang ditentukan.
c. Pemborong harus meyakinkan pemberi tugas bahwa pekerjaan dilaksanakan oleh tenaga-tenaga yang berpengalaman dan mengikuti standar yang telah ditentukan. Selama pemasangan, pemborong harus menempatkan seseorang ahli yang selalu mengawasi pelaksanaan.
g. Manual, Spare part, Instruksi, Training
1) Sekurang-kurangnya 2 bulan sebelum pekerjaan diserahkan kepada pemilik.
2) Pekerja diwajibkan menyerahkan manual, keterangan spare part serta instruksi yang dianggap perlu terhadap semua peralatan yang dipasang.
h. Built In Insert
Pekerja harus menyediakan semua “Insert” serta peralatan-peralatan tambahan lain yang dibutuhkan yang harus dipendam dalam beton maupun cara pemasangan yang lain.
i. Pentanahan
1) Semua peralatan-peralatan harus diketanahkan sesuai dengan peraturan yang ada.
2) Untuk itu pekerja harus membuat gambar kerja.
j. Finishing
1) Semua matrial yang dipasang harus sudah dalam keadaan difinished dengan baik sesuai yang disyaratkan, finishing setelah terpasang adalah disyaratkan dan ini mencakup segala perbaikan pada matrial tersebut maupun pekerjaan lain sebagai
akibat pemasangan instalasi tersebut termasuk didalamnya : perbaikan,pengecatan kembali,pembersihan dan lain-lain.
2) Semua peralatan dari Alarm yang dapat dilihat,seperti pipa conduit,yang tidak ditanam, manual call, bell, fire fighting unit dan lain-lain harus difinished dengan cat merah.
k. Master Control Fire Alarm Panel
1) Master Control Fire Alarm Panel harus mempunyai kapasitas minimal 16 zones (loop zones).
2) Harus mempunyai perlengkapan-perlengkapan standard :
a) Indicator/zignal zones sesuai dengan jumlah zones.
b) Buzzer/Horn.
c) Fire Brigade Telephone Line.
d) Fire Fighting (Fire Pump) line.
e) Monitor line.
f) Signal otomatis dan manual Monitor untuk memberi petunjuk terjadinya gangguan Open Circuit maupun Short Circuit pada jaringan 100 p ataupun gangguan instalasi
lainnya.
3) Panel dibuat dengan konstruksi rangka besi danditutup dengan pelat besi tebal 1,5 mm Cat finished berwarna merah dan sebelum dicat harus diberi lapisan dasar. Master Control diletakan diruangjaga pada Central Control.
l. Power supply
1) Tegangan yang boleh dipergunakan adalah tegangan DC, tidak lebih dari 100V, tegangan ini diperoleh dari Rectifier.
2) Dalam keadaan Emergency dipergunakan supply dari baterry yang dapat melayani system ini selama 6(enam) jam (Nickel Cadmium Baterry).
3) Besar kapasitas baterry dan rectifier system harus sesuai dengan instalasi fire alarm secara keseluruhan.
m. Fire Detector
1) Maksimum temperatur detector mempunyai daerah cakup + 20 M,dengan temperatur maksimum + 60 derajat C.
2) Kombinasi maksimum dan rate of rise temperatur detector dengan maksimum temperatur + 60 derajat Celcius dan mempunyai daerah cakup + 20 M2.
3) Smoke Detector (lonization), High Sesitivity, dipasang pada ketinggian + 3 M, daerah basement, ambient temperatur sekitar minimum + 20 derajat celcius, maksimum + 50 derajat celcius, supply DC tidak lebih dari 100V.
n. Alarm Bell
1) Supply DC tidak lebih dari 100 V, type indoor.
2) Bell yang dipasang didaerah kantor mempunyai frequensi yang cukup, sehingga dapat mengatasi noise level dengan tingkat sedang.
o. Manual Alarm (Sirine)
Indoor type, dipasang semi inbow pada dinding, Supply DC tidak lebih dari 100 V, element utama push button.
p. Horn Alarm (Sirine)
1) Dipasang out door, didaerah parkir atau tempat lainnya.
2) Mempunyai frequensi yang cukup sehingga bisa didengar dengan jelas didalam kantor maupun diluar.
q. Fire Fighting Unit
1) Fire Fighting Unit adalah dari type dry chemical, multi purpose untuk A, B, C, class fire rating.
2) Serbuk kimia yang digunakan harus dari jenis non tonix (tidak beracun).
3) Dilengkapi dengan hose karet dan nozzle.
4) Unit-unit fire Extinguisher yang dipergunakan adalah : Fire Extinguisher. Bahan : Multi purpose dry chemical (A, B, C, class fire). Capasitas : 2,0 kg.
Daya semprot : 3-7 m.
r. Instalasi, Conduit, race way
1) Master control fire alarm diletakkan didalam ruangan jaga, ditempat pada central control.
2) Kabel yang menghubungkan antara master control panel dan auxiliary monitor panel adalah kabel NYY, dimasukkan dalam pipa conduit baja dan diletakkan didalam trench telepon (dalam bangunan), keluar bangunan kabel ditanam langsung kecuali
apabila kabel menyeberang jalan harus dimasukkan dalam pipa besi diameter 4” dua buah.
3) Untuk menggabungkan CTC dari tiap lantai ke lantai atasnya kabel NYY dalam conduit diklem pada dinding shaft.
4) Dari CTB ke fire detector, manual call box maupun bell dipergunakan kabel NYY 1,5 mm2 diletakkan dalam conduitpipa union yang ditanam pada beton.
5) Setiap pembelokan/pencabangan/penyambungan harus diadakan junction box, dipasang tertanam pada beton.
6) Untuk instalasi didinding atau beton pipa conduit ditanam dalam dinding atau dicor dalam beton.
7) Manual call box dipasang mounted pada dinding setinggi 1.40 m.
8) Conduit kabel yang turun kebawah harus dipasang ditanam/tertanam dalam dinding.
9) Untuk pipa conduit junction box yang tertanam dalam beton, pekerja harus memasang sebelum pengecoran beton.
10) Fire fighting unit fixed type digantung pada dudukan penggantung, sedangkan dudukan penggantung dipasang menempel pada dinding dengan anchor, dibuat built in dalam legokan pada dinding atau dipasang pada lemari-lemari set FHR
& fire fighting equipment.
s. Papan-papan tanda
1) Pekerja harus melengkapi peralatan tersebut dengan papanpapan tanda yang menunjukkan adanya alat-alat seperti manual call, fire fighting unit emergency door.
2) Papan pada plat besi 0,2 mm ukuran disesuaikan dengan jumlah huruf, warna dasar merah, dengan huruf kuning terbaca dari jarak 10 m untuk mata normal.
2. PENGKONDISIAN UDARA (AC)
a. Packaged water cooled AC split :
Jumlah Unit :
Kapasitas pendingin : minimal……..btuh.
Total kapasitas : ……….btuh.
Kompressor : Setiap unit AC mempunyai …(….) bh kompresor
jenis hermatic reciprocating dilengkapi dengan crankase heater dan internal motor winding thermal protection.
Capacity control : Setiap unit dengan Capacity step 100%-67%-0%..
Condenser : jenis shell & tube jumlah :……,water circuit :…
Karekteristik : 380 Volts/3 Phase/50 hz dengan toleransi 10%. Listrik
Protektion device : – high and low pressure cutout.
– flusible plug.
– Overcurent relay.
– Internal motor winding thermostat.
b. Pemasangan Condensing unit:
Condensing unit di tempatkan dihalaman air side dengan membuat pondasi 1 : 2 batu bata yang plester tinggi pondasi 10 Cm dengan ukuran panjang dan lebar 10 Cm lebih besar dari pada ukuran condensing unit.
c. Suhu rata-rata yang dikehendaki didalam ruangan 22 –26 c pada operasi medium atau high.
d. Fan Coil Unit
Penempatan Fan Coil Unit agar dicapai pendinginan yang merata bagi seluruh ruangan.
– Dipasang pada dinding tembok dengan rangka besi siku yang dianker
dengan ketinggian rata-rata  2,5 meter dari lantai.
– Dipasang pada ceiling (disesuaikan dengan keadaan gambar ruangan /bangunan dengan persetujuan pemilik ).
– Disertai dengan bahan-bahan dan material untuk pemasangan seperti Pipa tembaga, Isolasi Arma Fiex, Seal / Gasket, Nipple, klem dari besi strip, besi siku untuk konsol rangka penggantung baut-baut anker.
e. Peralatan Kontrol dan Pengaman
Harus disertakan seperti :
– Thermostat dan kabel-kabelnya.
– Motor protection switch.
– Klem-klem iso pasangan kabel bila opbauw.
– Pipa-pipa pelindung PVC atau pipa besi jenis union bila inbauw.
– Kawat BC 6 mm2 dan 10 mm2 untuk pentanahan dan elektroda tanahnya.
– Nilai pentanahan maximum 5 ohm.
f. Pengadaan disertai dengan jaminan garansi 1 (satu) tahun dan service gratis dihitung setelah test dan balancing dari peralatan-peralatan yang dipasang.
g. Pemasangan air – curtain
– Panjang 90/120 cm.
– Tegangan satu phase + nol 220 volt 50 Hz, dilengkapi dengan saklar law, medium, high dan lampu indicator.
– Cara pemasangan : sedikit lebih besar dari lebar ambang pintu, bila dipasang lebih dari satu buah air-curtain pada satu ambang pintu, sambungan listriknya diambilkan dari phasa yang berlainan dan pemasangan tidak mengganggu daun pintu. Pada waktu dilakukan testing dan balancing dari peralatan AC aircurtain dicoba/disesuaikan pada posisi kecepatan yang sesuai, agar diperoleh efisiensi yang tinggi dalam pengoperasian air-condition.
3. Ban Berjalan(conveyor belt)
a. Pengadaan dan pemasangan conveyor belt lengkap dengan semua peralatan yang dibutuhkan, berjalan lancar, aman sesuai dengan gambar dan memenuhi spesifikasi yang diminta, dari merk yang ditentukan.
b. Pekerja harus menyediakan 1 (satu) set perkakas (toolkit)
untuk keperluan perawatan dan perbaikan, serta satu unit motor
penggerak sebagai cadangan.
c. Pekerja berkewajiban melatih 2 orang operator, agar mengoperasikan conveyor tersebut.
d. Penyerahan pekerjaan oleh pekerja harus dalam keadaan baik, siap pakai, beroperasi dengan baik dan lancar.
e. Sebelum pekerjaan diserahkan, pekerja harus mengadakan percobaan/testing operasional yang disaksikan oleh pemilik pekerjaan untuk menunjukan bahwa conveyor bekerja dengan baik, lancar dan aman.
f. Pekerjaan terdiri dari 2 unit yang terdiri dari belt conveyor dan
gravity.
g. Dimensi Conceyor Belt
1) Panjang : …meter.
2) Lebar : 1,00 meter.
3) Tinggi : 0,400 meter.
4) Jenis belt : Ammeeraal ATM 315/3-2,2 mm rubber top very low friction.
5) Lebar belt : 0,800 meter.
6) Kecepatan belt : 20-25 meter/menit.
7) Kemampuan beban : 1200 bagasi/jam, 50 kg/bagasi.
i. Dimensi Gravity Roller
1) Panjang : …meter.
2) Lebar : 1,00 meter.
3) Tinggi : 0,400 meter.
4) Jarak antara roll (pitch) : 0,075 meter.
5) Ukuran roll : 50 mm, L = 900 m.
6) Pemasangan : Centre line dengan conveyor belt.
j. Pelat luncur (sliding bed) : Pelat baja tebal 3 mm.
k. Pelat tutup samping (cladding) : stainless steel 2 mm sepanjang conveyor.
l. Rangka (frame) : Baja Profil.
m. Motor penggerak : a) Motorized drum + non slip logging, 3 phase, 220/380
volt, 50 cps.
b) Motor AC, 3 phase,220/380 Volt, 50 Hz.
n. Transmisi daya : Roda gigi, rantai dengan sproket system.
o. Perlengkapan-perlengkapan lain
1) Conveyor belt harus dilengkapi dengan peralatan pengatur
kekencangan belt.
2) Roll penggerak harus dilapisi dengan lapisan gesek (frictio
layer).
3) Pada ujung gravity dipasang penahan barang.
4) Emergency stop button.
5) On/off push button.
6) Lampu-lampu penunjuk (indicator lamp).
p. Semua bahan yang dipakai harus sesuai dengan iklim Indonesia dan
terlindungi terhadap karat.
q. Perlu diatasi adanya getaran yaitu peredam terhadap getaran yang
mungkin timbul.
4. Gravity Roller
a. Jenis pekerjaan adalah pengadan dan pemasangan gravity roller
lengkap dengan semua peralatan.
b. Ukuran serta bentuk disesuaikan dengan gambar.
1. Panjang : meter.
2. Lebar : 1.00 meter.
3. Tinggi : 0,40-0,50 meter.
4. Jarak antara roll : 0,075 meter.
5. Ukuran roll :
Diameter : 50 – 60 mm.
Panjang : 800-900 mm
6. Pemasangan : center line dengan conveyor belt/sesuai gambar.
c. Lain-lain
1. Pekerjaan harus baik dan rapih.
2. Sebelum pekerjaan diserahkan pemborong harus
menyesiakan satu set perkakas (toolkit) untuk keperluan penawaran dan perbaikan.
3. Pada ujung gravity roller dipasang penahan barang.
4. Semua bahan yang dipakai sesuai dengan iklim Indonesia dan terlindung dari karat dan sebelum digunakan harus mendapat persetujuan dari Direksi terlebih dahulu.

Dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s