PEKERJAAN TANAH


1. Penggalian Tanah Untuk Pondasi
a. Sebelum penggalian tanah untuk pondasi dimulai harus dilakukan pengupasan tanah permukaan setebal 20 cm.
b. Penggalian harus dilakukan sesuai dengan lebar lantai kerja pondasi, penampang lereng galian kiri kanan dimiringkan 10 derajat kearah luar pondasi.
c. Dasar galian harus mencapai tanah keras, apabila ternyata tidak sesuai dengan rencana gambar pondasi, maka diharuskan melapor kepada Pemilik Pekerjaan dan dimintakan keputusannya.
d. Jika pada galian terdapat akar-akar kayu, kotoran-kotoran dan bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat), maka bagian ini harus dikeluarkan seluruhnya kemudian lubang yang terjadi diisi dengan pasir urug lapis demi lapis dan apabila dimungkinkan
disiram dengan air tiap lapis sampai jenuh, sehingga mencapai permukaan yang diinginkan.

2. Pengurugan dan Pemadatan Tanah Untuk Pondasi
a. Pengurugan tanah pondasi dilakukan berdasarkan petunjuk pemilik, dimana macam pekerjaannya tergantung pada bentuk pondasi bangunan.
b. Sebelum dipasang pondasi, galian pondasi dibatasi dengan pasir urug setebal minimum 10 cm. Dibawah lantai dilapisi pasir urug setebal 20 cm.
c. Setelah pasangan pondasi cukup kuat atas ijin pemilik bangunan, lubanglubang
galian dapat diurug kembali. Pada bagian dalam bangunan diurug dengan pasir urug, sedangkan bagian luar bangunan cukup diurug dengan tanah galian.
d. Pengurugan harus lapis demi lapis, dan bila memungkinkan disiram dengan air untuk mendapatkan kepadatan atau dengan cara lain yang disetujui. Tebal setiap lapis maximum 10 cm.
e. Tanah bekas galian harus dibuang atau ditimbun diluar bouwplank dengan penempatan yang cukup rapih. Tanah antara bouwplank dan galian harus tetap bebas dari timbunan tanah.
f. Apabila terjadi kondisi tanah tidak memungkinkan dilaksanakan pondasi sesuai gambar rencana, maka pekerja wajib melaporkan hal ini pada Pemilik pekerjaan dan pihak Pemilik Pekerjaan akan mengambil keputusan.
g. Pekerja wajib membuat parit-parit buangan air dari galian pondasi, agar pada saat hujan air tanah tidak menggenangi lobang galian.

3. Tanah urug / Pasir urug
a. Tanah yang mengandung pasir, dengan kualitas pasir yang lebih kasar dari pada pasir pasang, dapat menggunakan pasir laut yang sudah dicuci.
b. Tanah yang akan diurug dan tanah urugnya harus bebas dari segala bahan-bahan yang dapat membusuk atau mempengaruhi kemantapan urugan yang akan dilaksanakan
a. Perbaikan Tanah
a. Jika tanah terdiri dari jenis tanah lunak (lempung atau lanau) yang mempunyai harga pengujian penetrasi standar N < 4, atau tanah organis yang mempunyai kadar air alamiah sangat tinggi (tanah gambut) ; juga tanah berpasir yang dalam keadaan lepas maupun harga N < 10; maka sebelum dilakukan pekerjaan kontruksi harus dilakukan dahulu perbaikan tanah sehingga di dapat daya dukung yang memenuhi syarat.
b. Untuk tanah gambut perlu diadakan pengupasan sedalam + 50 Cm, baru diberikan terucukan bambu atau dari kayu dengan diameter 10 Cm untuk setiap jarak 30 Cm.
c. Terucukan harus selalu terendam air tanah.
d. Untuk lanau atau lempung bisa langsung diberi terucukan dari bambu atau kayu dengan diameter 10Cm untuk setiap jarak 30 Cm.
e. Setelah terucukan selesai baru dihamparkan pasir setebal 15Cm, kemudian diberi lapisan anyaman bambu (gedek) sebagai perata beban, untuk selanjutnya diberi lapisan tanah urug diatasnya.
b. Pekerjaan Tanah
1. Pekerjaan penggalian, perataan, pengukuran dan lain-lain (kalau ada) bagian dari pekerjaan tanah ini.
2. Untuk galian pondasi-pondasi disesuaikan dengan gambar kecuali ditentukan lain.
3. Lobang galian pondasi harus cukup lebar sehingga waktu mengerjakan pasangan pondasi atau pengecoran beton tidak terganggu, untuk itu dasar galian harus rata dan bersih dari akarakar pohon dan lain-lain.
3. Apabila kondisi tanah tidak memungkinkan dilaksanakan pondasi sesuai gambar rencana, maka pekerja  wajib melaporkan hal ini kepada pengawas Pemilik Pekerjaan dan pihak Pemilik Pekerjaan akan memberitahukan keputusan apa yang akan diambil.
5. Apabila pada dasar galian terdapat akar-akar atau tanah masih lunak, maka harus digali sampai memenuhi syarat tanah yang cukup baik sesuai dengan pertimbangan Pemilik Pekerjaan.
6. Wajib membuat parit-parit pembuangan air dari galian pondasi, agar pada saat hujan atau air tanah / tinggi tidak menggenangi lubang galian pondasi.

Semoga Bermanfaat

Dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s