PEKERJAAN KHUSUS SANITASI


1. Washtafel
a. Washtafel yang digunakan adalah semutu merk KIA lengkap dengan segala accessorisnya seperti tercantum dalam brosurnya, warna putih, kecuali ditentukan lain.
b. Washtafel dan perlengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat lainnya.
c. Ketinggian dan konstruksi harus disesuaikan dengan gambar untuk itu, serta petunjuk-petunjuk dari produsen dalam brosur. Pemasangan harus baik, rapi, waterpas dan dibersihkan dari semua kotoran dan noda serta penyambungan instalasi plumbingnya tidak boleh ada kebocoran-kebocoran.
d. Ada daerah-daerah dimana washtafel dipasang lebih dari satu, harus dibuat/disatukan dengan satu meja beton. Ukuran-ukuran disesuaikan dengan gambar.

2. Urinoir
a. Urinoir berikut kelengkapannya yang digunakan adalah semutu dengan type-type merk  dalam negeri, warna standar putih, kecuali ditentukan lain.
b. Urinoir yang dipasang adalah urinoir yang telah diseleksi dengan baik, tidak ada bagian-bagian yang gompal, retak dan cacat-cacat lainnya.
c. Pemasangan urinoir pada tembok menggunakan baut ficher atau ramset dengan baut kuningan atau stainless steeldengan ukuran yang cukup untuk menahan beban seberat 15 kg tiap baut.
d. Setelah urinoir dipasang, letak dan ketinggian pemasangan harus sesuai dengan gambar untuk itu, baik waterpassnya Semua celah-celah yang mungkin ada antara dinding dengan urinal ditutup dengan semen yang berwarna sama dengan urinal. Semua noda-noda semen dan lain-lainnya dibersihkan dengan sempurna. Sambungan instalasi pumblingnya harus baik, tidak ada kebocorankebocoran air.

3. Kloset
a. Kloset duduk berikut segala kelengkapannya yang dipakai adalah semutu merk  Dalam negeri, warna standar akan ditentukan kemudian.
b. Kloset beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat lainnya dan disetujui oleh Direksi lapangan.
c. Untuk dudukan dasar kloset dipakai papan jati tua atau jenis kayu yang sederajat, tebal 3 cm dan telah dicelup dalam larutan pengawet tahan air, dibentuk seperti dasar kloset. Kloset disekrupkan pada papan tersebut dengan sekrup kuningan.
d. Kloset jongkok yang dipasang adalah semutu merk  Dalam negeri, warna standar akan ditentukan kemudian.
e. Kloset jongkok yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik, tidak ada bagian yang rusak atau cacat dan telah disetujui oleh Pemilik Pekerjaan.
f. Kloset jongkok dipasang pada lantai kamar mandi atau toilet yang dinaikkan 10-20 cm atau sesuai dengan gambar kerja.

4. Keran
a. Semua keran yang dipakai adalah semutu merk  Dalam negeri atau setaraf dengan chormed finish Ukuran disesuaikan dengan keperluan masing-masing sesuai gambar plumbing dan brosur alat-alat sanitair. Keran-keran tembok dipakai yang berleher panjang dan mempunyai ring dudukan yang harus dipasang menempel pada dinding. Keran-keran yang dipasang dihalaman harus mempunyai ulir untuk sambungan
selang. Selang-selang untuk metal sink diruang saji dan dapur disambung dengan pipa leher angsa (extension).
b. Stop keran yang dapat digunakan semutu merkKitazawa ex Jepang, bahan kuningan dengan putiran berwarna hijau, diameter dan penempatan sesuai dengan gambar untuk itu.
c. Keran-keran harus dipasang pada pipa air bersih dengan kuat, siku, penempatannya harus sesuai dengan gambar-gambar untuk itu.

5. Floor Drain
a. Floor drain yang digunakan adalah semutu dengan merk Dalam negeri, metal verchroom, lubang diameter 2 inchi dilengkapi dengan siphon dan penutup berengsel.
b. Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai dengan gambar untuk itu.
c. Floor drain yang dipasang telah diseleksi dengan baik, tanpa cacat dan telah disetujui oleh Pemilik Pekerjaan.
d. Pada tempat-tempat yang telah dipasang floor drain, penutup lantai harus dilubangi dengan rapih, menggunakan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan ukuran floor drain tersebut.
e. Hubungan saringan metal dengan beton/lantai menggunakan perekat beton kedap air.
f. Setelah floor drain terpasang, pasangan harus rapi waterpass, dibersihkan dari noda-noda semen dan tidak ada kebocoran.

6. Jaringan Air Bersih
a. Jaringan air bersih dilengkapi dengan katup pengaman beserta bak pengontrolnya untuk jaringan distribusi yang masuk kedalam bangunan.
b. Jaringan pipa galvanize yang tertanam dalam tanah, dipasang pada kedalaman minimum 60 cm untuk diameter 4 inchi dan yang lebih besar, dan pada kedalaman minimum 40 cm untuk diameter 3 inchi dan yang lebih kecil. Pipa-pipa tersebut diberi pondasi untuk tumpuan, terbuat dari pasangan pondasi 1 pc : 3 pc : 5 kr pada setiap jarak 3 m dan pada sambungan-sambungan dan pada belokan-belokan.
c. Jaringan utama pipa baja galvanize (G.I.P) tegak dipasang melalui “shaft” yang disediakan, jaringan pembagi yang melalui dinding harus tertanam pada /dalam lapisan plesteran.
d. Jaringan pipa baja galvanize (G.I.P) yang tegak lurus dan yang tergantung dalam bangunan dipasang dengan klem-klem / angker baut setiap jarak 2 m yang tertanam kuat pada bangunan.

7. Jaringan Air Kotor
a. Untuk saluran air kotor juga digunakan pipa PVC dengan ketebalan 5 mm semutu merk “pralon atau benlon”, produksi Dalam negeri. Pemilihan salah satu merk produksi adalah mengikat untuk seluruh proyek.
b. Jaringan-jaringan harus dilengkapi dengan pipa hawa (vent) sesuai gambar. Pipa hawa harus dipasang sekurang-kurangnya 15 cm dari muka banjir alat sanitair tertinggi, dengan kemiringan 2 %. Pipa hawa yang menembus atap harus dibuat tahan cuaca, ujung atas terletak 15 cm diatas muka atap. Untuk vent pipa dipakai PVC.
c. Sambungan-sambungan pipa PVC memakai system “Spigot” atau system susuk dengan perekat solvent semen.
d. Sambungan-sambungan pipa tanah harus diberi penguat pondasi pasangan bata (1 ps : 2 ps) sampai kuat yang menyelimuti sekeliling pipa dan kemudian diselimuti pasir urug.
e. Setip titik simpul T,Y dan X harus diberi lubang pembersih (clean out) untuk memudahkan pemeliharaan.
f. Kemiringan jaringan pipa-pipa mendatar untuk air kotoran dan air hujan adalah 1 – 2 %.

8. Sistem Gantungan
a. Seluruh jaringan air bersih baik horizontal dan vertical maupun yang tergantung harus diklem ketembok atau sekeliling dengan klem yang cukup kuat minimal berjarak 1 m.
b. Dalam system jaringan air kotor, seluruh jaringan tegak harus diklem dengan kuat minimal sejarak 1 m, sama halnya dengan yang datar, dimana jaringan datar harus diberi kemiringan 5-10 %.
c. Untuk talang air hujan sama dengan system jaringan air bersih.
d. Untuk pipa tanah septic tank tidak diperlukan penggantung.

9. Saluran Air Halaman
a. Bahan yang digunakan pasir, kerikil, semen, batu kali dan besi beton grill. Bahan-bahan tersebut haruslah baik, tidak cacat atau rusak dan telah disetujui oleh Pemilik Pekerjaan.
b. Pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan gambar dan syarat-syarat yang ditentukan dalam pekerjaan pasangan lainnya.

10. Pekerjaan Septic Tank dan Rembesan
a. Septic dibuat dari beton bertulang menurut gambar-gambar untuk itu, beton yang harus dipakai adalah beton kedap air (1 pc : 1,5 ps : 2,5 kr) sesuai dengan spesifikasi untuk itu.
b. Bagian atas dari septic tank diberi penutup dari beton bertulang menurut PBI 71, diperhitungkan beban atasnya 300 kg/m2. Diberi tempat untuk pemeriksaan yang ditutup dengan beton plat yang diberi pengangkat, dan diberi pipa hawa dari pipa besi diameter 2”.
c. Bentuk, ukuran septic tank dan kedalamannya dibuat sesuai dengan gambar untuk itu dan menurut instruksi dari Pemilik pekejaan.
d. Setelah septic tank jadi, dipasang pipa limpahan tidak berlubang sepanjang 2 m kemudian disambung dengan pipa rembesan dari pipa tanah liat bakar sepanjang minimum 4 m dan bagian bawah dari pipa rembesan diberi lapisan ijuk, pasir, batu kali belah/ batu karang, satu sama lainnya sesuai gambar untuk itu.

11. Pekerjaan Sanitair
1. Pekerjaaan ini meliputi pelaksanaan pemasangan alat-alat sanitair penyediaan bahan / alat-alat dan tenaga.
2. Barang yang dipakai :
Jenis barang type warna
Closet monoblock type warna
Closet jongkok type warna
Washtefal type warna
3. Semua material sebelum dipasang harus ditunjukkan kepada Pemilik pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan.
4. Semua material harus dapat dipertanggung jawabkan dari segi kualitas dan harus memenuhi ukuran standar dan mudah pasaran.
5. Pemasangan harus dikerjakan dengan rapih, terutama penyambungan dengan saluran air bersih harus rapih dan sempurna.
6. Ketinggian dan konstrruksi pemasangan harus disesuaikan dengan gambar.
7. Pada tiap WC harus dilengkapi pula dengan kran 1 buah (tidak
termasuk stop kran untuk mono block).
8. Untuk satu kelompok toilet harus dibuat satu buah septic tank, penempatan sesuai gambar. Ukuran dalam septic tank lebar dan panjang sesuai dengan gambar
dibuat dari pasangan batu bata ½ bata dan kedap air.
9. Untuk septic tank dilengkapi dengan sebuah sumur peresap ukuran sesuai dengan gambar dibuat dari batu kali pecahan dan koral serta dibungkus dengan ijuk.

12. Pekerjaan Saluran Air Bersih
1. Pemasangan pipa air bersih dan keran-keran pada semua keperluan sanitair dilaksanakan untuk pipa air bersih yang diambil dari saluran induk yang ada dengan pipa 01” sedang untuk saluran pembagi dengan pipa ¾”.
2. Keran-keran air dipergunakan produksi dengan kualitas yang baik.
3. Penyambungan dan instalasi air dalam, sampai ke resevoir atausaluran bersih yang ada lengkapdengan stop keran dan bak meternya sesuai dengan gambar.
4. Pemasangan harus dikerjakan dengan rapih, sehingga tidak mengalami kebocoran.

Semoga bermanfaat

Dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s