TATA CARA PEMASANGAN JTM DAN JTR (WILAYAH NTT)


TATA CARA PEMASANGAN.

 

  • Jaringan Tegangan Menengah.

Tiang.
Apababila jaringan dimaksud menggunakan tiang besi, maka penanaman tiang harus dilaksanakan dengan kedalaman 1/6 ( satu per enam ) dari panjang tiang dan harus berdiri tegak lurus terhadap permukaan tanah / garis horisontal bumi.

Stay Equipment.
Sebelum konduktor digelar, seluruh stay equipment lengkap harus sudah dipasang untuk menghindari kemungkinan terjadinya tiang miring akibat tarikan konduktor yang digelar. Stay equipment harus terpasang pada posisi sedemikian rupa sehingga pada tiang belokan (tiang antara tarikan-tarikan konduktor dan stay equipment) mempunyai resultan gaya sama dengan 0 (nol). Untuk menanam angker blok harus dilakukan penggalian tanah dengan luas tidak terlalu lebar dan kedalaman tanah yang cukup dalam, sehingga masih banyak kepadatan tanah aslinya. Pengurugan tanah kembali harus dilakukan dengan memadatkan tanah tersebut lapis demi lapis sehingga penuh kepermukaan tanah. Pada tiang belokan (angle pole) sebelum penggelaran konduktor dilaksanakan, tiang dibuat miring 5 sampai 7 derajat dari sumbu tegak ke arah yang berlawanan dengan resultan gaya tarikan konduktor.Pada masa pemeliharaan  harus memeriksa semua stay equipment sekali lagi dan diset kembali sehingga tiang dalam posisi tegak lurus terhadap garis horisontal bumi.

 Cross Arm.
Pemasangan cross arm dilakukan sebelum diadakan penggelaran konduktor dan jenis cross arm dipakai UNP 80 sampai 100 mm berdasarkan SNI dan hot deep galvanis dengan ketebalan 40 micron. Panjang normal cross arm 2.000 mm akan tetapi untuk kebutuhan tertentu dipakai panjang 2.200 mm. ketentuan ini berlaku berdasarkan fungsinya seperti jarak antara tiang atau jarak bentangan dan besarnya sudut belok dalam penarikan konduktor yakni sebagai berikut :
a. Type A.1 ( Single support on single pole ) 0˚ s/d 30˚.
b. Type A.2 ( Double support on single pole ) 30˚ s/d 60˚.
c. Type A.3 ( Double support on single/double pole ) > 60˚, tiang awal dan tiang akhir.
d. Type B.3 ( Double support on double pole ) untuk bentangan yang panjang.

Pengikat.
Sebagai pengikat pada pin isolator bisa menggunakan preformed top ties dan side ties, atau menggunakan alluminium bending wire. Preformed top ties digunakan pada tarikan dengan sudut belok 0˚ s/d 2˚ sedangkan bila sudut belok > dari 2˚ dipergunakan side ties.
Sedangkan alluminium bending wire dapat digunakan pada tarikan dengan sudut belok 0˚ s/d < 60˚ dengan panjang 1,5 meter untuk setiap pin isolator. Pengikat pada ujung tiang atau tiang penegang dapat dipakai preform grip atau strain clamp yang ukurannya disesuaikan dengan penampang kawat/ konduktor yang dipasang.

Sambungan.
Ada dua macam sambungan menurut tempatnya :
a. Sambungan ditengah gawang ( tension joint ).
b. Sambungan di tiang penegang ( non tension joint ) atau di tiang pengambilan ( connecting clamp / tapping clamp ).
Pada sambungan di tengah-tengah gawang digunakan tension joint sleeve dengan jenis dan dimensinya disesuaikan dengan jenis dan penampang konduktornya. Sedangkan sambungan di tiang penegang dan tiang pengambilan menggunakan H – type connector dan pemasangannya harus menggunakan compression tools dengan ukuran gigi( dies size ) yang disesuaikan dengan penampang konduktor yang dipasang / terpasang. Pada lokasi –lokasi penyambungan atau tapping, seperti pada gardu sisipan dan tapping JTM baru ke JTM lama yang tidak mungkin dilakukan pemadaman, maka penyambungannya diharapkan menggunakan live line connector (LLC) dengan metode PDKB-TM (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan – Tegangan Menengah).

Konduktor.
Penggelaran konduktor minimal harus menggunakan peralatan seperti :
a. Hand wich, power pull dan dinamo meter.
b. Messenger steel wire.
c. Roll untuk drum konduktor dan stringing block.
Toleransi adalah 5 % untuk AAAC 150 mm² sedangkan AAAC 70 mm² dan AAAC 35 mm² adalah 3 %. Dalam penggelaran konduktor agar didudukkan drum/haspel konduktor dibuat kuat, drum tersebut tetap mudah berputar dan konduktor dapat dijamin tidak cacat. Penarikan konduktor agar dimulai dari awal tiang penegang sampai pada tiang penegang lainnya atau dari isolator tarik yang pertama ke isolator tarik berikutnya, kemudian dibiarkan beberapa hari sampai konduktor tersebut mencapai titik muai maksimum. Setelah konduktor mencapai titik muai maximum, penarikan konduktor dapat dilanjutkan kembali. Selanjutnya dilakukan pengikatan pada isolator. Penarikan konduktor yang dilaksanakan tanpa strining blok atau tanpa mengikuti ketentuan di atas, sehingga mengakibatkan rusaknya konduktor, menjadi tanggung jawab pekerja.

Grounding / Pentanahan.
Semua peralatan seperti L.Arrester, LBS, titik netral trafo, LV Board dan lain-lain harus terpasang grounding / pentanahan, dipancang/diarahkan vertikal ke dalam tanah sampai ujung bagian atas tertanam 50 cm dibawah permukaan tanah. Sebagai konduktor pentanahan digunakan BC 50 mm². Konduktor pentanahan pasangan luar yang dipasang di tiang, harus dilindungi dengan pipa galvanis panjang 3 meter, dipasang dengan rapi. Nilai tahanan pentanahan untuk sistem TM sama dengan / lebih kecil dari 3 ohm.

Penghalang Panjat.
Penghalang panjat dipasang pada tiang jaringan TM murni, Tiang Trafo dan dipasang dengan ketinggian 2,5 s/d 3 meter dari permukaan tanah.

Gardu Tansformator.
Sebelum dipasang, trafo harus dites dulu untuk memastikan bahwa trafo yang akan dipasang dalam keadaan baik. Bagian Transformator yang harus dites dan diperhatikan adalah :
a. Terminal primer : antara phasa/phasa, phasa/body.
b. Terminal skunder : antara phasa/phasa, phasa/body, phasa/nol.
c. Terminal primer dan terminal skunder.
d. Tegangan tembus minyak dan volume minyak trafo.
e. Body trafo harus dalam keadaan baik / tidak cacat.
f. Trafo dipasang pada dudukannya dengan mur baut galvanis 5/8″ lengkap washer dan springnya.
Pemasangan LV Board harus dilengkapi kunci standard PLN yang selanjutnya kunci diserahkan kepada pengawas PLN. Penomoran gardu dibuat pada pintu LV Board. Kelengkapan LV Board sesuai dengan daftar analisa bahannya.
Setiap pemasangan gardu tiang harus dibuatkan lantai kerja (pondasi trafo) dengan campuran pasir & semen sesuai gambar dan analisa bahannya.
Penyambungan cut out agar menggunakan material yang sesuai dengan konstruksi cut out yang akan dipasang, jika konstruksinya memerlukan sepatu kabel agar disambung menggunakan sepatu kabel. Penyambungan sisi atas (bagian bertegangan) L.Arrester harus menggunakan sepatu kabel sedangkan dibagian bawah (sisi arde) harus menggunakan pelat tembaga yang disesuaikan dengan konstruksi / type L.Arrester yang dipasang dan penyambungan dengan penghantar arde harus menggunakan sepatu kabel.
Pemasangan arde /pentanahan untuk sistem TM (L.Arrester) dengan JTR pada sisi nol / netralnya serta body trafo terpasang terpisah dengan tahanan pentanahan sebagai berikut :
1.  TM sama dengan / lebih kecil 3 ohm.
2. TR, netral / body sama dengan / lebih kecil 5 ohm.

 

  • Jaringan Tegangan Rendah ( JTR ).

Pemasangan JTR dengan LVTC menggunakan konstruksi yang telah ditentukan sesuai dengan gambar konstruksinya.
Dalam pemasangan konduktor LVTC underbuilt, jarak antar penghantar JTM dengan JTR adalah 1,25 meter sampai 2 meter. Pemasangan arde dengan tahanan pentanahan 5 ohm untuk sistem JTR dipasang setiap awal dan akhir JTR dan setiap 6 gawang JTR.
Setiap tiang yang dilalui JTR baik murni maupun underbuilt harus diberi penomoran sesuai petunjuk pengawas PLN unit setempat.
Bahan tap connector, joint compression dan sepatu kabel yang dipasang harus sejenis dan seukuran dengan konduktor yang dipasang di lokasi.
Penarikan konduktor LVTC harus mencapai regangan, andongan (sagging) sesuai dengan daftar terlampir dan penarikan dilakukan pada temperatur rata-rata 32˚C.
Toleransi adalah 3 % untuk LVTC 3×35+1×25 mm², LVTC 3×50+1×35 mm² dan LVTC 3×70+1×50 mm².

Pengecatan.
Pengecatan untuk tiang besi JTM, tiang besi JTR, LV Board dan perlengkapan lainnya dilakukan setelah seluruh komponen terpasang sempurna, dengan ketentuan warna cat agar dibedakan menurut fungsi dan lokasinya :
1. Pengecetan Tiang Besi menggunakan cat warna silver / bronze dan bawahnya warna hitam .
2. Beda warna cat pada tiang adalah 1,5 meter dari permukaan tanah.

Testing.
Sebelum pekerjaan testing dilaksanakan, pemborong diharuskan mengajukan permohonan tertulis kepada Pengawas pekerjaan / PLN unit setempat mengenai jadwal rencana testing.
Testing harus dilakukan kedua belah pihak yaitu Pengawas pekerjaan/Wakil dan pekerja.
Perbaikan atau penggantian material yang mengalami kerusakan akibat testing menjadi beban pekerja. Maka berhati-hatilah.
Pemeliharaan.
Pada masa pemeliharaan pekerja wajib melakukan penyempurnaan terhadap seluruh pekerjaan yang oleh Pengawas pekerjaan dianggap perlu disempurnakan.
Contoh :
1. Penebangan dan perabasan pohon.
2. Pengencangan dan penyempurnaan pasangan stay equipment (treck schoor, kontramast dan druch schoor ).
3. Meluruskan tiang yang miring.
4. Pengencangan konduktor.
5. Penggantian material yang rusak akibat testing.
6. Dan lain-lain.

Semoga Bermanfaat

KUNJUNGI RUMAH INTERNET : JLN. GEREJA MORIA RT25 RW06 KEL. LILIBA NTT

ADA FASILITAS HOT SPOT

Publication1

6 thoughts on “TATA CARA PEMASANGAN JTM DAN JTR (WILAYAH NTT)

  1. Simeon Kaseh

    selamat siang. untuk pemasangan ground pada tiang jaringan tegangan rendah, jarak minimal berapa meter baru di pasang grounding. tks

    Reply
    1. CV ARISTON KUPANG Post author

      Tidak masalah jarak minimal karena kondisi tanah yang berbeda – beda, yang terpenting hasil pengukuran dari arde yang dipasang tidak lebih dari 3 ohm. Dalam situasi normal setiap 150 mtr dipasang 1 arde.

      Reply
  2. Tatan

    ada ilustrasi disertai penjelasan pada konstruksi tiang gawang untuk menyeberangkan konduktor sinkron dengan jembatan atau menyeberangkan konduktor ketika melewati lembah.

    tks

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s