Motivasi


Manajemen suatu organisasi, baik secara teknis dan perilaku merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan kinerja perusahaan yang baik dan lingkungan kerja yang sehat. Manajemen perilaku pada khususnya akan memastikan setiap karyawan bisa memberikan kontribusi yang terbaik bagi kinerja usaha dan meminimalisasi hal-hal negative yang timbul dari perilaku karyawan. Manajemen perusahan yang meliputi, manajemen pemasaran, operasi, sumber daya manusia dan keuangan, tidak akan bisa memberikan hasil yang optimal, tanpa adanya manajemen perilaku, karena setiap kegiatan tersebut menggunakan sumber daya manusia yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh perilaku masing-masing. Sebaiknya manajemen perilaku ini, sebagaimana manjemen kegiatan yang lain, merupakan aktivitas pokok yang dilakukan setiap saat, bukan hanya dilakukan pada saat dibutuhkan saja. Manajemen perilaku dalam suatu perusahaan atau organisasi harus merupakan kegiatan dan proses yang menggunakan metode-metode yang terstruktur, terukur, mempunyai perencanaan yang jelas dan kesinambungan, dan dilaksanaan dengan menggunakan proses yang tepat sehingga proses dan hasilnya bisa dianalisa, dikontrol, dievaluasi, dan ditingkatkan setiap saat. Secara khusus, masalah-masalah yang ada dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Penurunan motivasi (de-motivation), yang mengakibatkan target yang tidak tercapai, keinginan untuk mengundurkan diri dan ketidakhadiran. Kebanyakan hal ini terjadi pada karyawan lama (senior) dan berimbas pada karyawan yang lainnya.
2. Penurunan motivasi ini juga mengarah pada berkembangnya sikap individualitas, mementingkan diri sendiri, ketidakpeduliaan dan hilangnya rasa memiliki pekerjaannya atau perusahaan.
3. Grup, tim dan departemen seakan-akan berdiri sendiri, jalan sendiri-sendiri, memikirkan dirinya sendiri dan sulit untuk bekerjasama.
4. Kurangnya motivasi juga mengarah pada kenaikan tingkat stress dari karyawan, dimana terdeteksi dari mudah marah, defensif, suka menyalahkan orang lain dan keadaan, banyak konflik terutama saling lempar pekerjaan atau tanggung jawab.

Beberapa penyebab  adalah sebagai berikut :
1. Kekecewaan karyawan lama dan senior karena kurang diperhatikan.
2. Pengembangan dan jalur karir kurang jelas dan pelatihan yang diperlukan sangat kurang.
3. Struktur gaji dan kompensasi yang tidak jelas dan terdefinisi dengan baik.
4. Kurangnya kejelasan indikator kinerja yang diinginkan dan ditargetkan.
5. Kurangnya arahan dari manajemen, terutama departemen sumber daya manusia (fungsi departemen sumber daya manusia kurang maksimal).

6. Terlalu lama pada posisi yang sama atau mengerjakan pekerjaan yang sama sehingga jenuh atau bosan.
7. Ketidakseimbangan kinerja, kompensasi, dan penghargaan disetiap departemen
8. Berkembangnya isu bahwa ada ketidakadilan antara karyawan lama dan karyawan baru, antara departemen-departemen dan antar grup. Dan juga berkembangnya isu bahwa kompensasi yang baik hanya diberikan bagi orang-orang yang dekat dengan manajemen perusahaan.

Dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s